DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH WAKTU PASCA MATI TENGGELAM TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) DAN ADVANCED OXIDATION PROTEIN PRODUCTS (AOPP) PADA MODEL PARU TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG TENGGELAM DI AIR TAWAR | |
| PENGARANG | : | ANITA MAUDY ANGGRAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-01-30 |
ABSTRAK
PENGARUH WAKTU PASCA MATI TENGGELAM TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) DAN ADVANCED OXIDATION PROTEIN PRODUCTS (AOPP) PADA MODEL PARU TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG TENGGELAM DI AIR TAWAR
Anita Maudy Anggraini
Tenggelam merupakan salah satu bentuk kematian asfiksia, baik tenggelam di air tawar (fresh water drowning) maupun tenggelam di air asin (salt water drowning). Saat tubuh tenggelam terjadi kegagalan pertukaran gas yang signifikan ini menyebabkan terjadinya penurunan O2 dalam darah sehingga menyebabkan terjadinya hipoksia jaringan. Hipoksia akan menyebabkan peningkatan pembentukan dan penglepasan Ractive Oxygen Species (ROS) dari mitokondria yang kemudian akan meregulasi respon terhadap O2 yang rendah. Bila ROS melewati pertahanan antioksidan tubuh, maka ROS dapat bereaksi dengan lipid, protein, DNA sehingga akan menyebabkan kerusakan sel. Peroksidasi lipid dapat menyebabkan kerusakan membran sel dan membrane organel. Peroksidasi lipid akan mengalami degradasi antara lain menjadi Malondialdehid (MDA) dan protein terosidasi sebagai Advanced Oxidation Protein Products (AOPP) pada paru tikus putih yang tenggelam di air tawar secara In Vivo. Penelitian ini merupakan penelitian true exsperimental dengan satu kelompok kontrol dan lima kelompok perlakuan. Pada kontrol (P0), tikus tidak ditenggelamkan; perlakuan 1 (P1) = tikus pasca mati tenggelam dan dibiarkan selama 1 menit di dalam air tawar; perlakuan 2 (P2) = tikus pasca mati tenggelam dan dibiarkan selama 2 menit di dalam air tawar; perlakuan 3 (P3) = tikus pasca mati tenggelam dan dibiarkan selama 15 menit di dalam air tawar; perlakuan 4 (P4) = tikus pasca mati tenggelam dan dibiarkan selama 30 menit di dalam air tawar; dan perlakuan 5 (P5) = pasca mati tenggelam dan dibiarkan selama 60 menit di dalam air tawar. Hasil uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney pada kadar MDA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada kelompok 15 menit hingga kelompok 60 menit (p<0,05). Hasil uji ANOVA dan uji LSD pada kadar AOPP menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada kelompok 15 menit hingga kelompok 60 menit (p<0,05). Berdasarkan uji statistik ini disimpulkan bahwa semakin lama waktu pasca mati tenggelam di air tawar pada paru tikus dapat menyebabkan peningkatan kadar MDA dan AOPP.
Kata-kata kunci: tenggelam, hipoksia, malondialdehid, Advanced Oxidation Protein Products
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI