DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Tradisi Malam Kembang Pada Upacara Kematian Masyarakat Tionghoa yang Beragama Buddha di Kelurahan Gadang Kecamatan Banjarmasin Tengah
PENGARANG:Raina Hidayati
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-01-31


Tradisi malam kembang di Kelurahan Gadang Kecamatan Banjarmasin Tengah dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa. Masyarakat Tionghoa yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi malam kembang ini memiliki latarbelakang agama yang berbeda-beda, namun dalam proses pelaksanaannya disesuaikan dengan ajaran agama mereka masing-masing. Penelitian ini bertujuan : (1) menjelaskan dan menggambarkan pelaksanaan tradisi malam kembang pada upacara kematian masyarakat Tionghoa yang beragama Buddha (2) menjelaskan dan menggambarkan nilai-nilai yang ada pada tradisi malam kembang pada upacara kematian masyarakat Tionghoa yang beragama Buddha.

 

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara snowball sampling, yakni masyarakat yang melaksanakan tradisi malam kembang baik itu pemimpin kegiatannya ataupun masyarakat yang terlibat. Pengumpulan data dilakukan pada    Juli 2018 dengan teknik observasi, wawancara yang dilakukan dengan 8 (delapan) orang informan yaitu Bhante, Romo Sarwa Darma, Ivana Dessy, Meli Soeij Mei, Andriyanto, Henk Wie Sin, Merry Tan, dan Meilina dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, display dan verification.

Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Pelaksanaan tradisi malam kembang pada upacara kematian masyarakat Tionghoa yang beragama Buddha di Kelurahan Gadang Kecamatan Banjarmasin Tengah merupakan perpaduan antara tradisi Tionghoa dengan ritual kematian agama Buddha. Tradisi malam kembang ini bertujuan untuk mengantarkan orang yang meninggal ke alam selanjutnya. Adapun tahapan-tahapan prosesi pelaksanaan tradisi Malam Kembang yaitu: upacara tradisi, baca doa, meditasi, penyampaian pesan-pesan dan pelimpahan jasa (2) Nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi Malam Kembang pada upacara kematian masyarakat Tionghoa yang beragama Buddha di Kelurahan Gadang Kecamatan Banjarmasin Tengah adalah nilai kemanusiaan dan nilai religius.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada masyarakat Tionghoa, khususnya para orang tua, agar selalu mewariskan dan mengenalkan tradisi leluhur kepada generasi selanjutnya agar lebih diketahui, karena takutnya lama kelamaan tradisi itu akan hilang ketika para orang tua itu sudah tidak ada lagi. Kepada masyarakat sekitar agar tetap dan selalu mempertahankan kekerabatan dan solidaritas sosial dengan sesama, maupun dengan orang-orang yang memiliki latarbelakang agama, suku, dan ras yang berbeda-beda.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI