DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KAJIAN EKONOMIS PENAMBANGAN ALLUVIAL DI DESA MALAWAKEN KM. 5 KECAMATAN TEWEH BARU, KABUPATEN BARITO UTARA, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH | |
| PENGARANG | : | ANDHIKA N.A.K. | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-02-04 |
Abstrak
Desa Malawaken merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Tengah yang daerahnya memiliki potensi adanya bahan galian aluvial seperti emas dan pasir kuarsa. Penambangan yang dilakukan di daerah ini biasanya merupakan penambangan ilegal yang tidak memiliki izin dan telah lama beroperasi. Dalam kegiatan penambangan pada daerah penelitian, bahan galian yang ada berupa emas, pasir dan kerikil. Hasil produksi masing-masing bahan galian adalah emas sebesar 228 gr/tahun dengan harga jual Rp. 465.000 per gram, pasir sebesar 4258,8 m3/tahun dengan harga jual Rp. 200.000 per rit, dan kerikil sebesar 264 m3/tahun dengan harga jual Rp. 350.000 per rit. Kajian ekonomi dilakukan menggunakan program microsoft excel dengan pendekatan perhitungan NPV, IRR, Net B/C, Porifitable Ratio (PR), Payback Period (PBP), dan Break Even Point (BEP).
Metode analisa menggunakan aspek perhitungan nilai NPV > 0 dan IRR > SOCC sebesar 12%, sehingga usaha penambangan yang dilakukan di Desa Malawaken Km.5 dapat dikatakan layak untuk dilakukan atau menguntungkan. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai NPV adalah Rp. 236.257 dan nilai IRR adalah 95%. Karena nilai NPV > 0 dan nilai IRR > SOCC sebesar 12% maka usaha ini layak atau menguntungkan untuk dilaksanakan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan nilai Net B/C yang dihasilkan pada penambangan alluvial ini adalah 3 dan nilai PR adalah 3, dimana nilai tersebut lebih dari 0 yang artinya usaha ini layak atau menguntungkan untuk dilakukan. Nilai PBP adalah 0.32 atau 3 bulan, artinya dalam waktu 4 bulan dapat mengembalikan investasi untuk usaha ini. Nilai BEP adalah 1.58 atau 1 tahun 6 bulan, artinya dalam waktu 1 tahun 7 bulan usaha dapat menutupi segala biaya operasi dan pemeliharaan serta biaya modal lainnya.
Dari hasil perubahan yang didapatkan, maka dapat dihitung sehingga diperoleh nilai NPV yang dihasilkan akibat dari sensitivitas yang terjadi. Pada perubahan produksi 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai NPV sebesar masing-masing Rp. 142.009.203, Rp. 127.877.761, dan Rp. 156.320.644. Pada perubahan harga jual 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai NPV sebesar masing-masing Rp. 142.009.203, Rp. 142.009.203, dan Rp. 156.320.644. Pada perubahan produksi 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai NPV sebesar masing-masing Rp. 142.009.203, Rp. 147.430.644, dan Rp. 136.767.848.
Pada perubahan harga jual 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai PBP sebesar masing-masing 0,33, 0,32, dan 0,31. Pada perubahan harga jual 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai PBP sebesar masing-masing 0,32, 0,32, dan 0,31. Pada perubahan produksi 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai PBP sebesar masing-masing 0,32. Pada perubahan harga jual 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai BEP sebesar masing-masing 1,58, 1,61, dan 1,54. Pada perubahan harga jual 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai BEP sebesar masing-masing 1,58, 1,58, dan 1,54. Pada perubahan produksi 0%,2%, dan -2% maka didapatkan nilai BEP sebesar masing-masing 1,56, 1,58, dan 1,59.
Kata Kunci : NPV, IRR, Net B/C, PR, PBP, BEP, Sensitivitas
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI