DIGITAL LIBRARY



JUDUL:FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA PEKERJA DI PT. PLN (PERSERO) AP2B SISTEM KALIMANTAN SELATAN DAN KALIMANTAN TENGAH
PENGARANG:Alvinor Pahlevi
PENERBIT:FAKULTAS KEDOKTERAN
TANGGAL:2019-02-07


ABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA PEKERJA DI PT. PLN (PERSERO) AP2B SISTEM KALIMANTAN SELATAN DAN KALIMANTAN TENGAH
Alvinor Pahlevi
Hiperurisemia adalah penyakit yang disebabkan adanya kenaikan kadar asam urat serum dalam tubuh yang berada diatas angka normal. Di Indonesia sendiri dari seluruh provinsi yang ada, provinsi Kalimantan selatan menempati posisi ke-8 dengan angka kasus sejumlah 25,8%. Berdasarkan data dari Riskesdas Provinsi Kalimantan Selatan (2013) prevalensi penyakit sendi pada usia produktif yaitu pada usia 15-24 tahun yaitu 9,9%, pada usia 25-34 tahun yaitu 17,4 % dan pada usia 35-44 tahun yaitu 30 %. Berdasarkan data Medical Check Up pada tahun 2018 hiperurisemia menjadi penyakit kedua tertinggi, yaitu sebanyak 28 orang (25,45). Jenis penelitian ini ialah kuantitatif yang memakai desain case control, rasio yang dipakai 1:1 dan dengan memakai teknik purposive sampling. Total keseluruhan sampel yang dijadikan responden dalam penelitian ini sebesar 46 responden dengan masing-masing responden kasus dan control 23 responden. Diperolehlah temuan yaitu variabel riwayat keluarga (p value = 0,002; OR 10,37), riwayat kegemukan (p value = 0,018; OR 5,22), riwayat hipertensi (p value = 0,012; OR 7,27) berhubungan dengan hiperurisemia, sementara variabel aktivitas fisik (p value = 0,768) tidak berhubungan dengan hiperurisemia. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara riwayat keluarga, riwayat kegemukan dan riwayat hipertensi dengan hiperurisemia, sedangkan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan hiperurisemia.
Kata Kunci: Hiperurisemia, Riwayat Keluarga, Riwayat Kegemukan, Riwayat Hipertensi, Aktivitas Fisik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI