DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn PADA MATERI KEBEBASAN BERORGANISASI MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL MAKE- MATCH DAN WORD SQUARE PADA SISWA KELAS V SDN GAMBUT 6 KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:HELMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-02-08


Helmah, 2018. Meningkatkan Hasil Belajar PKn Materi Kebebasan Berorganisasi Menggunakan Kombinasi Model Make a Match Dan Word Square Siswa Kelas V SDN Gambut 6 Kabupaten Bamjar. Skripsi program S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. Hj. Asniwati, M.Pd.
 
Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Kebebasan Berorganisasi, Model Make a Match, model Word Square.
 
 Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya perhatian siswa terhadap pembelajaran, siswa kurang bisa memahami materi yang diajarkan, kurang berpartisipasi aktif dan kurang termotivasi sehingga pencapaian hasil belajar siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh sebab itu perlu dilakukan inovasi pada pembelajaran yaitu melalui model kombinasi Make a Match dan Word Square dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa dan peningkatan hasil belajar siswa.  Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Tempat penelitian di SDN Gambut 6 Kabupaten Banjar tahun ajaran 2015/2016 pada siswa kelas V dengan jumlah siswa 24 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif yakni dari data hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa, dan data kuantitatif yakni dari hasil belajar siswa pada setiap pertemuan. Indikator keberhasilan aktivitas guru dapat mencapai ≥82% dengan kategori sangat baik, aktivitas siswa ≥80% kategori minimal aktif, dan hasil belajar siswa secara klasikal ≥80%.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar mengalami peningkatan. Aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor 24 (kategori baik) menjadi skor 31 (kategori sangat baik) pada siklus II. Aktivitas siswa pada siklus I mendapatkan 56,28% (kategori cukup aktif) kemudian pada siklus II menjadi 89,58% (kategori sangat aktif). Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I mencapai persentase 54% meningkat menjadi 100% pada siklus II.  Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa melalui kombinasi model Make a Match dan Word Square dapat meningkatkan hasil belajar sekaligus meningkatkan aktivitas guru dan siswa. Maka, disarankan kepada kepala sekolah, guru, dan peneliti lain untuk dapat menggunakan kombinasi model Make a Match dan Word Square sebagai salah satu alternatif pemilihan model pembelajaran agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa dapat lebih aktif dan hasil belajar siswa meningkat.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI