DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA Di MUARA PAGATAN, KABUPATEN TANAH BUMBU
PENGARANG:M. ALFIAN NOOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-06-14


ANALISIS HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI MUARA PAGATAN, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

 

RELATIONSHIP ANALYSIS OF MANGROVE DENSITY

MANGROVE DENSITY WITH BIVALVE DIVERSITY IN PAGATAN ESTUARY,

TANAH BUMBU DISTRICT, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

 

M. Alfianoor1, Frans Tony2, Yuliyanto2

 

1Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan

2Dosen Program Studi Ilmu Kelautan

Corresponding email: (gafitan21@gmail.com)

 

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan mengetahui kerapatan mangrove, keanekaragaman Bivalvia, hubungan kerapatan mangrove dengan keanekaragaman Bivalvia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang diperoleh berupa data primer yang langsung diambil di lapangan dan dilanjutkan dengan analisis sampel di laboratorium.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Transek Garis dan Plot (line transect plot). Pengambilan sampel dilakukan pada saat air laut surut untuk mengidentifikasi dan menghitung sampel Bivalvia. Metode analisis data menggunakan Indeks keanekaragaman, Kerapatan Jenis (K), Kerapatan Relatif Jenis (KRi) dan metode regresi linier sederhana yang terdiri dari dua variabel yang dinotasikan X dan Y. Hasil penelitian menunjukan kerapatan mangrove di stasiun 1 sebesar 944 Ind/Ha, di stasiun 2 sebesar 1.089 In/Ha dan di statsiun 3 kerapatan sebesar 1.211 In/Ha. stasiun 1 ditemukan keanekaragaman Bivalvia dengan jenis Anadara granosa 1, Polymesoda expansa 1, Polymesoda erosa 35, stasiun 2 Polymesoda erosa 28 dan stasiun 3 Anadara granosa 1 dan Polymesoda erosa 37. Dapat di kategorikan jumlah keanekaragaman Bivalvia di Desa Muara Pagatan yang mendominasi Bivalvia jenis Polymesoda erosa. 3. Hubungan kerapatan mangrove dengan keanekaragaman bivalvia memiliki nilai korelasi r = 0,3417 yang menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variable lemah.

 

Kata Kunci: Analisis Hubungan, Kerapatan Mangrove, Keanekaragaman Bivalvia

 

ABSTRACT

 

This study aims to determine the density of mangroves, Bivalve diversity, mangrove density relationship with Bivalve diversity. The method used in this research is survey method. Data obtained in the form of primary data directly taken in the field and continued with sample analysis in the laboratory. Data collection was carried out using the Line Transect and Plot method (line transect plot). Sampling was done at low tide to identify and count Bivalve samples. Data analysis methods using diversity index, species density (K), relative density of species (KRi) and simple linear regression method consisting of two variables denoted X and Y. The results showed the density of mangroves at station 1 amounted to 944 Ind / Ha, at station 2 amounted to 1,089 In / Ha and at station 3 the density amounted to 1. 211 In/Ha. station 1 found the diversity of Bivalvia with the type of Anadara granosa 1, Polymesoda expansa 1, Polymesoda erosa 35, station 2 Polymesoda erosa 28 and station 3 Anadara granosa 1 and Polymesoda erosa 37. Can be categorized the number of Bivalve diversity in the village of Muara Pagatan dominating Bivalvia type Polymesoda erosa. 3. The relationship between mangrove density and bivalve diversity has a correlation value of r = 0.3417 which indicates that the relationship between the two vascular species is very good.

 

Keywords: Relationship Analysis, Mangrove Density, Bivalve Diversity

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI