DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TINGGI MUKA AIR TANAH DI KESATUAN HIDROLOGIS GAMBUT SUNGAI BARITO - SUNGAI ALALAK MENGGUNAKAN METODE INTERPOLASI SPASIAL | |
| PENGARANG | : | KHADIJAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-04 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinggi muka air tanah menggunakan interpolasi spasial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi lapangan, penentuan lokasi pengamatan dilakukan secara purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan interpolasi spasial yaitu IDW (Inverse Distance Weighting). Pengukuran pada bulan November 2023 menghasilkan 15 titik lokasi yang tinggi muka airnya berbeda-beda. Tinggi muka air dangkal adalah -16 cm sedangkan yang dalam adalah -63 cm dari permukaan tanah. Sebanyak 8 dari 15 titik lokasi yang tinggi muka air tanahnya > (-40) cm yang mengindikasikan bahaya kebakaran. Indikasi bahaya kebakaran tertinggi berada di lokasi yang jauh dari kanal dan indikasi bahaya kebakaran terendah di lokasi yang dekat dengan kanal. Tinggi muka air tanah menunjukkan bahwa lahan gambut di Desa Pabaungan Hulu terindikasi berbahaya karena memiliki air tanah yang dalam (jauh dari permukaan tanah).
Kata kunci: Tinggi Muka Air Tanah (TMAT); Kebakaran; Interpolasi Spasial
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI