DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN (Sawi dan Kubis) TERFERMENTASI DENGAN EKOENZIM UNTUK PAKAN IKAN PAPUYU (Anabas testudineus, Bloch | |
| PENGARANG | : | HELWI MONTAZAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-05 |
ABSTRAK
Ikanpapuyu(AnabastestudineusBloch)merupakan jenis ikan lokal yang cukup disukai oleh masyarakat Kalimantan dan mempuyai nilai ekonomis tinggi. Pembuatan pakan buatan yang memanfaatkan bahan baku lokal yang mempunyai nilai gizi tinggi dan harga murah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi pakan yang optimal pada pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan benih ikan papuyu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan dan menghasilkan 12 unit percobaan. Frekuensi pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Pakan yang diberikan berupa pakan buatan, yaitu perlakuan K(kontrol) : 0% Tepung limbah sayur sawi dan kubis terfermentasi, perlakuan A : 10% Tepung limbah sayur sawi dan kubis terfermentasi, perlakuan B : 20% Tepung limbah sayur sawi dan kubis terfermentasi dan perlakuan C : 30% Tepung limbah sayur sawi dan kubis terfermentasi. Perlakuan dengan formulasi yang terbaik ada pada perlakuan C : 30% Tepung limbah sayur sawi dan kubis terfermentasi. Pertumbuhan bobot relatif 1073,07%, Panjang relatif 99,66%, kelangsungan hidup 100%, rasio konversi pakan 1,04%, efisiensi pakan 95,97%, laju pertumbuhan spesifik 11,61% dan retensi protein 54,85%.
Katakunci:Sawi dan kubis,fermentasi,ekoenzim,ikan papuyu.
ABSTRACT
Climbing perch(Anabas testudineus Bloch) is a type of local fish that is quite liked by the people of Kalimantan and has high economic value. Making artificial feed that uses local raw materials that have high nutritional value and low prices. This research aims to analyze the optimal feed formulation for artificial feed to increase the growth and survival of Papuyu fish seeds. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions and resulted in 12 experimental units. The frequency of feeding is 3 times a day. The feed given was artificial feed, namely treatment K (control): 0% fermented mustard greens and cabbage waste flour, treatment A: 10% fermented mustard greens and cabbage waste flour, treatment B: 20% fermented mustard greens and cabbage waste flour and Treatment C: 30% Fermented mustard greens and cabbage waste flour. The treatment with the best formulation is treatment C: 30% Fermented mustard greens and cabbage waste flour. Relative weight growth 1073.07%, relative length 99.66%, survival 100%, feed conversion ratio 1.04%, feed efficiency 95.97%, specific growth rate 11.61% and protein retention 54.85%.
Keyword:Climbing perch, mustard greens and cabbage, fermentation, ecoenzymes,
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI