DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kesesuaian Habitat Bekantan (Nasalis larvatus) di DAS Asam-asam Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | FACHRI RAHMADANI PRATAMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-05 |
Bekantan adalah primata yang sangat tergantung pada kondisi habitatnya. Habitat yang sesuai untuk tempat tinggal populasi bekantan dan dengan pakan yang melimpah dan jauh dari ancaman menjadikan bekantan nyaman tinggal di habitat tersebut. Hutan riparian sebagai salah satu habitat bekantan mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kelangsungan habitat tempat tinggal dan populasi bekantan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memetakan sebaran dan habitat bekantan, menganalisis faktor-faktor yang paling mempengaruhi kesesuaian habitat bekantan, dan menganalisis kesesuaian habitat bekantan (Nasalis larvatus) di hutan riparian DAS Asam-asam. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dan observasi serta pengolahan data menggunakan penginderaan jauh. Beberapa bahan yang diperlukan untuk pengolahan dan analisis data diantaranya peta penutupan lahan, peta jaringan jalan, peta jaringan sungai, dan menggunakan citra sentinel-2 MSI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 titik perjumpaan bekantan dengan jumlah individu bekantan sebanyak 258 ekor. Pada hutan riparian DAS Asam-asam beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesesuaian habitat bekantan adalah jenis penutup lahan dan jarak dari penutupan lahan tersebut. Pada penelitian ini, semakin jauh habitat bekantan dari gangguan berupa jarak dari permukiman (sangat memengaruhi), jarak dari perkebunan (sangat memengaruhi), jarak dari pertambangan (memengaruhi), jarak dari hutan (memengaruhi), jarak dari sungai (cukup memengaruhi), dan jarak dari jalan (cukup memengaruhi) maka semakin sesuai dengan habitat bekantan. Semakin dekat dengan sumber air dan sumber pakan maka semakin sesuai dengan habitat bekantan. Terdapat tiga kelas kesesuaian pada habitat bekantan di hutan riparian DAS Asam-asam yaitu kelas kesesuaian kurang sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Bekantan yang ditemui pada titik-titik perjumpaan berada pada kelas kesesuaian kurang sesuai hingga kelas sesuai. Hal ini disebabkan oleh jarak habitat bekantan terhadap faktor-faktor yang memengaruhinya. Semakin dekat dengan faktor-faktor yang mengganggu kelangsungan habitat bekantan, maka semakin rendah tingkat kesesuaian habitat bekantan pada area tersebut.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI