DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Konstruksi Sosial Normalisasi Pelecehan Seksual Pada Anak SMA Di Banjarmasin
PENGARANG:PUTERI ROSALINNA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-08


Pelecehan seksual merupakan salah satu tindakan kekerasan seksual yang dapat dilakukan secara verbal maupun non-verbal dan dapat dialami baik perempuan dan laki-laki. Namun nyatanya, perbuatan pelecehan seksual masih dinormalisasikan dimasyarakat terutama pada remaja SMA di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anak SMA di Banjarmasin menormalisasikan tindak pelecehan seksual yang ada disekitarnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dianalisis dengan teori Konstruksi Sosial yang dicetuskan oleh Peter L.Berger dan Thomas Luckmann. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa konstruksi sosial remaja SMA di Kota Banjarmasin berupa menormalisasikan pelecehan seksual yang ada disekitar mereka yaitu mereka menganggap perbuatan pelecehan yang mereka lakukan merupakan hal wajar dan sudah biasa terjadi disekitarnya. Hal ini disebabkan konstruksi sosial yang mereka miliki dalam menormalisasikan pelecehan seksual dipengaruhi lingkungan sekitar dan lingkungan pertemanan. Dari faktor lingkungan seperti sekolah yang membiarkan perbuatan pelecehan terus terjadi tanpa ada tindak lanjut, dan konstruksi yang dilahirkan dari lingkungan sekolah juga membawa pengaruh buruk, lalu pada faktor pertemanan yang memberikan contoh dalam bertindak pelecehan sehingga remaja terpengaruh ikut-ikutan melakukan hal yang sama tidak peduli dengan akibat dari perbuatan yang telah dilakukan bis amerugikan orang lain atau tidak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI