DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KARET PADA HKm, KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) TANAH LAUT
PENGARANG:DIYAH AYU WIDYANINGSIH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-09


ABSTRAK. Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari di hutan negara, hutan hak atau hutan adat dilakukan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan, dan dinamika sosial budaya. Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung pendapatan petani hutan karet dan menganalisis tingkat kesejahteraannya. Untuk menentukan responden, penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 51 orang yang terdiri dari Gapoktanhut Sumber Kahuripan sebanyak 22 orang, KTH Pinang Muda sebanyak 7 orang, KTH Harapan Baru sebanyak 8 orang, dan KTH Mekar Sari sebanyak 14 orang. Analisis penelitian menggunakan rumus pendapatan dan indikator kesejahteraan. Pendapatan petani hutan karet di Kesatuan Pengelolaan Tanah Laut terdiri dari 4 KTH. Gapoktanhut Sumber Kahuripan memiliki rata-rata pendapatan tahunan sebesar Rp. 38.288.636,00 dan termasuk dalam kategori tingkat kesejahteraan Keluarga Sejahtera III - Keluarga Sejahtera III Plus. KTH Pinang Muda memiliki rata-rata pendapatan tahunan sebesar Rp. 98.487.143,00 dan termasuk dalam kategori tingkat kesejahteraan Keluarga Sejahtera II - Keluarga Sejahtera III Plus. KTH Harapan Baru memiliki rata-rata pendapatan tahunan sebesar Rp. 79.203.500,00 dan termasuk dalam kategori tingkat kesejahteraan Keluarga Sejahtera III – Keluarga Sejahtera III Plus. KTH Mekar Sari memiliki rata-rata pendapatan tahunan sebesar Rp. 43.051.571,00 dan termasuk dalam kategori tingkat kesejahteraan Keluarga Sejahtera III - Keluarga Sejahtera III Plus.

Kata kunci: Pendapatan, Tingkat Kesejahteraan, Petani Karet, HKm, Kesatuan Pengalolaan Hutan (KPH)

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI