DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksana dan Fraksi Etil Asetat Daun Limau Kuit (Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus | |
| PENGARANG | : | Izzatul Fajrina | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-09 |
Limau kuit (Citrus amblycarpa) adalah jeruk khas Kalimantan Selatan yang umumnya digunakan sebagai penyedap rasa. Ekstrak etanol daun C. amblycarpa mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus seperti flavonoid, alkaloid, tanin, fenol, dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan aktivitas antibakteri fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat daun C. amblycarpa terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Metodemaserasi daun C. amblycarpa menggunakan etanol 70% kemudian difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Uji antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram (Kirby-Bauer). Konsentrasi masing-masing fraksi daun C. amblycarpa 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Kontrol positif yang digunakan siprofloksasin 50 ppm dan kontrol negatif yang digunakan Na-CMC 0,5%. Hasil penelitian yang didapatkan adalah fraksi n-heksana tidak dapat menghambat E. coli dan S. aureus pada seluruh konsentrasi. Fraksi etil asetat dapat menghambat E. coli pada konsentrasi 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% dengan zona hambat berturut-turut 7,17 mm; 13,52 mm; 17,91 mm dan 17,45 mm. Fraksi etil asetat dapat menghambat S. aureus pada konsentrasi 10%; 12,5% dan 15% dengan zona hambat berturut-turut 8,62 mm; 10,38 dan 9,02 mm. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun C. amblycarpa memiliki aktivitas antibakteri sedangkan fraksi n-heksana C. amblycarpa tidak memiliki aktivitas antibakteri.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI