DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Studi Etnobotani Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Banjar Desa Telaga Jingah Hilir Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
PENGARANG:SITI FATMAWATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-10


ABSTRAK

 

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT SUKU BANJAR DESA TELAGA JINGAH HILIR KECAMATAN LABUAN AMAS SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH (Oleh: Siti Fatmawati; Pembimbing: Sutomo, Nani Kartinah ; 2024; 122  halaman)

 

Desa Telaga Jingah Hilir merupakan salah satu desa yang dihuni oleh masyarakat Suku Banjar yang belum memiliki fasilitas kesehatan dan akses jalan yang jauh dari rumah sakit serta perekonomian yang kurang sehingga masyarakat masih sering menggunakan pengobatan tradisional dari alam sekitar yang diwariskan secara turun-temurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendokumentasikan, melestarikan tumbuhan obat yang ada di Desa Telaga Jingah karena belum adanya penelitian tentang tumbuhan obat yang dimanfaatkan sebagai pengobatan oleh masyarakat di sana. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data adalah dengan metode wawancara dibantu dengan kuesioner. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 4 orang yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil wawancara maka didapatkan 51 jenis tumbuhan. Bagian tumbuhan  berkhasiat obat ada 5 yaitu daun (64%), buah (15%), batang (12%), rimpang (4%) dan akar (3%). Cara pengolahan tumbuhan berkhasiat obat ada 5 yaitu direbus (69%), ditumbuk (25%), dipotong (2%), diblender (2%) dan ditekan (2%). Cara penggunaan tumbuhan berkhasiat obat ada 5 yaitu diminum (71%), ditempelkan (15%), dimakan (6%) dan dioleskan (6%). Hasil skrining fitokimia pada tumbuhan paku terdapat kandungan alkaloid dan tanin, sedangkan pada tumbuhan sumangkaan terdapat kandungan steroid, fenol dan tanin.

 

Kata Kunci: Suku Banjar, Desa Telaga Jingah Hilir, Etnobotani, Tumbuhan Obat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

ETHNOBOTANICAL  MEDICINAL PLANTS STUDY OF THE BANJAR TRIBE, TELAGA JINGAH HILIR VILLAGE, LABUAN AMAS SELATAN DISTRICT, HULU SUNGAI TENGAH REGENCY (By : Siti Fatmawati; Advisor: Sutomo, Nani Kartinah; 2024; 122  pages)

 

Telaga Jingah Hilir Village is one of the villages inhabited  Banjar people who limiting access to health facilities and lacking of  economies their often use traditional medicine from the surrounding nature which has been passed down from generation to generation. The purpose of this study was to identify, documentation, and preserve medicinal plants in Telaga Jingah Village because there has been no research on medicinal plants used as medicine by the people there. This type of research is descriptive qualitative with a phenomenological approach. Data collection method is by interview method assisted by a questionnaire. Informants were determined by purposive sampling technique. There were 4 informants who met the criteria. Based on the results of the interviews, 51 plant species were obtained. There are 5 parts of medicinal plants, namely leaves (64%), fruit (15%), stems (12%), rhizomes (4%) and roots (3%). There are 5 ways of processing medicinal plants, namely boiling (69%), pounding (25%), cutting (2%), blending (2%) and pressing (2%). There are 5 ways to use medicinal plants, namely drinking (71%), applying (15%), eating (6%), rubbing (6%) and gargling (2%). The results of the phytochemical screening on ferns contained alkaloids and tannins, while the sumangkakan contained steroids, phenols and tannins.

 

Keywords: Banjar Tribe, Telaga Jingah Hilir Village, Ethnobotany, Medicinal Plants

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI