DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS SEBARAN KUALITAS UDARA PADA POINT SOURCE INSINERATOR RSUD ULIN BANJARMASIN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL GAUSSIAN
PENGARANG:NIA AMELIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-10


Pencemaran udara yang dihasilkan oleh proses pembakaran limbah padat pada insinerator rumah sakit akan tersebar ke atmosfer dan terdispersi sehingga menurunkan kualitas udara. Sebagai salah satu upaya untuk mengetahui penyebaran dispersi polutan, terdapat beberapa model yang dapat digunakan dalam memodelkan sebaran polutan salah satunya adalah model Gaussian. Dalam model Gaussian diperlukan software yang dapat membantu pemetaan penyebaran emisi yang dihasilkan oleh insinerator, software yang dapat digunakan adalah AERMOD. AERMOD merupakan aplikasi yang dapat digunakan dalam perhitungan dispersi polutan dari point source. Pada tahun 2021 nilai konsentrasi emisi SO2 dan HF dengan periode rata-rata 1 jam di musim hujan sebesar 16,55 μg/m3 dan 2,50 μg/m3, sedangkan saat periode rata-rata 24 jam sebesar 8,24 μg/m3 dan 1,24 μg/m3. Pada tahun 2022 konsentrasi emisi SO2 dan HF dengan periode rata-rata 1 jam di musim kemarau adalah 16,59 μg/m3 dan 2,50 μg/m3, saat periode rata-rata 24 jam adalah 6,62 μg/m3 dan 1,00 μg/m3. Pada tahun 2023 konsentrasi emisi SO2 dan HF periode rata-rata 1 jam di musim kemarau adalah 16,62 μg/m3 dan 2,51 μg/m3, sedangkan pada periode rata-rata 24 jam adalah 8,10 μg/m3 dan1,22 μg/m3. Sebaran konsentrasi emisi SO2 dan HF dominan memiliki nilai konsentrasi lebih tinggi pada musim kemarau. Konsentrasi rata-rata 1 jam maupun 24 jam dengan sumber emisi point source memiliki konsentrasi yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor meteorologi. Diketahui hasil dari software AERMOD memiliki nilai konsentrasi yang mendekati dengan hasil pemantauan kualitas udara dari citra satelit menggunakan Sentinel-5P.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI