DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Tingkat Penerimaan Keluarga Berencana (KB) Di Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | INAYATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-10 |
Inayati, 2010413220009, 2024, “Tingkat Penerimaan Keluarga Berencana (KB)Di
Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin
Tengah Kota Banjarmasin” dibawah bimbingan Sandra Bhakti Mafriana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi atau rendah tingkat
penerimaan Keluarga Berencana (KB) di Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan
Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu Difusi Inovasi menurut Everett Rogers yang
terdiri dari empat unsur penerimaan yaitu Inovasi, Saluran Komunikasi, Jangka
Waktu dan Sistem Sosial. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan tipe penelitian analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner
dan dokumentasi dengan responden penelitian Pasangan Usia Subur di Kampung
Keluarga Brkualitas Kelurahan Teluk Dalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator Inovasi 60% skor subjek berada pada
kategori tinggi dan 40% berada pada kategori rendah dalam hal sifat inovasi yang
berdasarkan pada keuntungan relatif, kompatibilitas, kerumitan, triabilitas dan
observabilitas mengenai program keluarga berencana. Indikator Saluran Komunikasi
memiliki 45% skor subjek berada pada kategori tinggi dan skor subjek 55% berada
pada kategori rendah, dapat dilihat dari penyebaran informasi mengenai program
pada saluran interpersonal, saluran lokal, akan tetapi dilihat dari penggunaan media
massa masih tergolong rendah karena kurangnya pemnfaatan sosial media untuk
informasi program. Indikator jangka waktu memiliki skor subjek 70% berada pada
kategori tinggi dan 30% ada pada kategori rendah, tingkatan penerimaan ini ditinjau
dari proses keputusan inovasi dan kecepatan adopsi, namun dalam keinovatifan dan
kategori pengguna tergolong rendah karena minimnya kategori pengguna yang
memiliki sikap inovator dan tauladan terhadap program. Tingkat penerimaan pada
indikator sistem sosial memiliki skor subjek 25% kategori tinggi dan 75% berada
pada kategori rendah. Tingkatan penerimaan ini diukur berdasar pada norma sistem,
agen pembaru, tokoh masyarakat dan tipe – tipe keputusan inovasi, salah satu
penyebab tingkatan ini rendah adalah kurangnya penyebaran informasi kepada
masyarakat dan pengaruh dari agen pembaru terhadap program keluarga berencana.
Kata kunci: difusi inovasi, Keluarga Berkualitas, Kelurahan Teluk Dalam
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI