DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DAMPAK KERUSUHAN 23 MEI 1997 TERHADAP ETNIS TIONGHOA DI KOTA BANJARMASIN KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH (TAHUN 1997-2003) | |
| PENGARANG | : | RAHAYU | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-12 |
Banjarmasin diketahui sebagai kota religius sejak dahulu, akan tetapi dibantah dengan peristiwa kerusuhan Jumat 23 Mei 1997. Kerusuhan kampanye yang terjadi pada masa orde baru.Adapun lokasi terjadinya kerusuhan di jalan Kertak Baru Ulu tepatnya dekat Pasar Sudimampir, yang dimana pedagang di Pasar Sudimampir tersebut sebagian didominasi oleh orang Etnis Tionghoa selain orang suku Banjar. Massa yang brutal untuk membaakar dan menjarah membuat dagangan milik orang Cina banyak mengalami kerugian. Tujuan dari penelitian ini mengetahui dampak kerusuhan terhadap Etnis Tionghoa di Kota Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dimana terdapat beberapa langkah yaitu heuristik, verifikasi/kritik, interpretasi dan historiografi. Informan untuk penelitian ini berjumlah 6 orang yang merupakan para wartawan media Dinamika Berita, Budayawan Banjar, pedagang sekitar area Sudimampir dan masyarakat Etnis Tionghoa yang langsung mengalami kejadian jumat kelabu ini berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara (interview) dan studi kepustakaan dengan mencari beberapa sumber di Perpustakaan Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dilakukan pada tahun 2023.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak yang langsung dirasakan oleh etnis Cina akibat kerusuhan 23 mei 1997 yaitu para etnis Cina yang awal kehidupan kurang bersosialisasi dengan masyarakat lokal cenderung tertutup tetapi pasca kerusuhan mereka membaur dengan masyarakat dan budaya lokal. Berdasarkan hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa kerusuhan 23 Mei 1997 memiliki dampak secara psikologis, trauma, dan dampak bagi ekonomi. Seperti dampak ekonomi seperti toko – toko kecil serta pusat perbelanjaan besar seperti Mitra Plaza yang dimiliki pengusaha Etnis Tionghoa dan pusat hiburan lainnya dirusak, dibakar dan dijarah oleh perusuh Jumat Kelabu. Banyak dari etnis Cina mengalami kerugian serta menutup diri dan bersembunyi dirumah saja dengan merasa ketakutan dihabisi oleh massa, dan dari itu juga mereka melindungi rumah mereka dengan lafazh Allah dan Muhammad.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI