DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KOMPOSISI MAKANAN BEKANTAN (Nasalis larvatus) DI PULAU DATU DESA TANJUNG DEWA KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:FIRMAN PRAMUDYA RAHMAT WAHYUDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-17


Bekantan merupakan hewan yang memiliki karakteristik hidup di pepohonan, hidung yang panjang, rambut berwarna cokelat kemerahan dan ekor yang panjang. Bekantan adalah hewan adalah endemik Kalimantan yang terancam punah keberadaannya karena dampak dari alih fungsi hutan, perambahan ilegal, penebangan liar, dan perburuan hewan langka. Untuk menjamin keberlangsungan hidup Bekantan, perlu adanya kesinambungan antara ketersediaan sumber makanan yang dapat mendukung kualitas hidup serta berkembang biaknya populasi Bekantan hingga memiliki ekosistem habitat primata yang baik. Pengamatan ini menggunakan metode pencatatan saat bertemu dengan objek yang disebut dengan metode accidental samlping. Penelitian ini dimulai dari pagi pada pukul 06.00-18.00 WITA untuk mengamati vegetasi apa saja yang dimakan oleh Bekantan pada ketersediaan vegetasi di Pulau Datu. Analisis vegetasi dan membuat plot perlu dilakukan untuk mengetahui vegetasi yang tersedia dan berpotensi dikonsumsi Bekantan. Jenis vegetasi yang ditemukan dan menjadi sumber makanan Bekantan adalah Beringin laut (Ficus superba) dan Pulai (Alstonia scholaris). Pohon beringin laut menjadi tempat yang disukai Bekantan karena menyediakan daun dan buah yang dapat dimakan, serta memiliki kerapatan yang bernilai tinggi hingga membuat pohon ini menjadi pohon tempat tidur Bekantan. Hasil analisis vegetasi yang dilakukan menunjukkan bahwa ada variasi vegetasi lain yang berpotensi untuk dijadikan sumber pakan Bekantan seperti mahoni, waru, dan rengas.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI