DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI SIMPANG EMPAT JALAN LET. JEND. S. PARMAN – JALAN PULAU LAUT – JALAN TARAKAN KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | WAHYU KURNIAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-17 |
ABSTRAK
Kota Banjarmasin merupakan kota yang berkembang dengan cepat dan memiliki potensi sebagai pusat komersial. Hal ini memicu pertambahan volume lalu lintas seiring kemajuan zaman. Kondisi lalu lintas pada persimpangan Jalan Letnan Jenderal S.Parman – Jalan Pulau Laut – Jalan Tarakan Kota Banjarmasin termasuk cukup padat. Tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat pelayanan dan penanganan jika tingkat pelayanan tidak memenuhi lagi metode penelitian yang dapat dijadikan sasaran dalam penelitian adalah kondisi geometrik simpang, kondisi lingkungan, pengaturan lalu lintas, volume lalu lintas, jumlah pendekatan, fase sinyal, waktu siklus, klarifikasi kendaraan, dan periode pengamatan.
Data primer atau data yang diambil dari lapangan meliputi kondisi geometrik, kondisi lingkungan, hambatan samping, volume lalu lintas. Data sekunder meliputi jumlah penduduk di Kota Banjarmasin, data pertumbuhan jumlah kendaraan. Untuk menganalisa kinerja simpang digunakan metode observasi langsung dilapangan pada hari selasa 23 April dan rabu 24 April 2024 selama 24 jam pada pukul 06.00-06.00 Wita Kemudian melakukan analisis data menggunakan pedoman standar Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023).
Dari hasil Evaluasi kinerja Simpang Empat Persimpangan Jl. S.Parman – Jl. Pulau Laut – Tarakan dalam kondisi eksisting diperoleh hasil derajat kejunuhan DJ tertinggi DJ 1,06 dengan nilai tundaan simpang yang didapat sebesar 62,49 yang termasuk dalam tingkat pelayanan F. Kemudian dilakukan solusi alternatif rencana perbaikan untuk meningkatkan kinerja persimpangan ternyata perubahan dengan cara penambahan pelabaran jalan dan perubahan 4 fase menjadi 3 fase maka memperlihatkan hasil nilai pendekat utara saat eksisting ???????? = 1,06 mengalami penurunan menjadi ???????? =0,43, serta untuk nilai tundaan yang awalnya 62,49 det/smp dengan tingkat pelayanan F menurun menjadi 39,85 det/smp dengan nilai Tingkat pelayanan D.. Karena lebar ruas jalan pada nilai kapasitas jalan dan derajat kejenuhannya maka sebaiknya memberi pelebaran jalan di Jalan Letnan Jenderal S.Parman, untuk mengurangi Tingkat kemacetan yang tinggi.
Kata Kunci : Indeks Tingkat Pelayanan, Derajat Kejenuhan,PKJI 2023
ABSTRACT
The city of Banjarmasin is a city that is developing rapidly and has potential as a commercial center. This triggers an increase in traffic volume as time progresses. Traffic conditions at the intersection of Jalan Lieutenant General S.Parman - Jalan Pulau Laut - Jalan Tarakan, Banjarmasin City are quite congested. The aim of the research is to determine the level of service and handling if the level of service no longer meets the research methods that can be targeted in research are geometric conditions of intersections, environmental conditions, traffic management, traffic volume, number of approaches, signal phase, cycle time, vehicle clarification, and observation period.
Primary data or data taken from the field includes geometric conditions, environmental conditions, side obstacles, traffic volume. Secondary data includes population in Banjarmasin City, data on growth in the number of vehicles. To analyze the performance of the intersection, the direct observation method in the field was used on Tuesday 23 April and Wednesday 24 April 2024 for 24 hours at 06.00-06.00 WITA. Then carried out data analysis using standard guidelines for the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2023).
From the results of the performance evaluation at Simpang Empat Jl. S. Parman – Jl. Pulau Laut – Tarakan in the existing condition obtained the highest DJ saturation degree DJ 1.06 with an intersection delay value obtained of 62.49 which is included in service level F. Then an alternative solution was carried out for an improvement plan to improve the intersection performance. It turned out that the change was by adding widening. road and changing 4 phases to 3 phases shows that the existing north approach value of ???????? = 1.06 has decreased to ???????? = 0.43, as well as for the delay value which was initially 62.49 sec/pcu with service level F decreasing to 39, 85 sec/pcu with a service level value of D.. Because the width of the road section is based on the road capacity value and the degree of saturation, it is better to widen the road on Jalan Lieutenant General S.Parman, to reduce the high level of congestion.
Keywords: Service Level Index, Degree of Saturation, PKJI 2023
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI