DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Ekstrak Cendawan Endofit Bunga Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr) terhadap Penyakit Layu Fusarium pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) | |
| PENGARANG | : | TIYA DWI NANDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-19 |
Produksi bawang merah cenderung mengalami penurunan akibat serangan penyakit layu fusarium atau dikenal dengan moler. Penyakit ini menyerang tanaman maupun pada gudang penyimpanan yang disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum. Petani seringkali menggunakan pengendalian berbahan kimia seperti fungisida sintetik yang berdampak merugikan bagi ekologi. Pengendalian menggunakan agen biologis dapat menjadi alternatif pengendalian yang bersifat ramah lingkungan, dapat digunakan dalam jangka panjang, dan tidak menimbulkan residu. Salah satunya penggunaan ekstrak cendawan endofit dari tanaman obat yaitu bunga bawang dayak. Ekstrak cendawan endofit bunga bawang dayak dapat mengendalikan penyakit layu fusarium karena mengandung senyawa bioaktif seperti terpenoid dan flavanoid yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan patogen Fusarium oxysporum. Penelitian dilaksanakan pada November 2023 – Februari 2024 di Laboratorium Produksi dan Rumah Kaca, Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan, sehingga diperoleh dua puluh empat satuan percobaan. Hasil menunjukkan bahwa pengendalian penyakit layu fusarium pada bawang merah di rumah kaca dengan penggunaan ekstrak cendawan endofit bunga bawang dayak mampu menurunkan persentase kejadian dan keparahan penyakit sebesar 50%. Penggunaan ekstrak cendawan endofit bunga bawang dayak EnI dan EnK berpengaruh pada jumlah daun akan tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan berat basah bawang merah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI