DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Dampak Variasi Metode Curing Pada Beton Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash Dan Metakaolin Dengan Tambahan Serat Bemban
PENGARANG:MOHAMMAD BINADI RAHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-19


ABSTRAK

Beton geopolimer adalah alternatif ramah lingkungan yang menggunakan bahan limbah industri seperti fly ash dan metakaolin sebagai pengganti semen Portland. Fly ash adalah abu hasil pembakaran batubara di pembangkit listrik, sementara metakaolin adalah hasil kalsinasi kaolin yang berfungsi sebagai bahan pozzolan. Kedua bahan ini bereaksi dengan aktivator alkali untuk membentuk material geopolimer yang kuat dan tahan lama. Metode curing yang digunakan meliputi curing lembab asam, curing sinar matahari, dan curing suhu luar. Setiap metode curing memiliki efek berbeda pada kecepatan reaksi dan kekuatan akhir beton. Penambahan serat bemban, yang merupakan serat alami dari tanaman bemban, bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanis beton geopolimer. Campuran beton geopolimer dalam penelitian ini menggunakan rasio fly ash: metakaolin 70:30, NaOH dengan molaritas 8M, rasio Na2SiO3: NaOH sebesar 2,5:1, pasir Barito, dan serat bemban dengan persentase 0% dan 1,5%. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan, porositas, dan sorptivity. Dari pengujian tersebut, diperoleh nilai kuat tekan tertinggi persentase serat 0% pada sampel B2MF-LA1,5 sebesar 55,683 MPa. Hasil penyerapan dan sorptivity tertinggi juga pada sampel B4MF-LA1,5.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI