DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS RESEPSI KOMENTAR KHALAYAK TENTANG CHILDFREE PADA KONTEN YOUTUBE GITA SAVITRI (Studi Pada Konten “Childfree Serba Salah di Mata Warganet PagiPagi Eps.32”)
PENGARANG:MISBAHUL MUSFIRAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-23


Misbahul Musfirah, 2010414220027, 2024, Analisis Resepsi Komentar

Khalayak Tentang Childfree Pada Konten Youtube Gita Savitri (Studi Pada Konten

“Childfree: Serba Salah di Mata Warganet PagiPagi Eps.32”). Di Bawah Bimbingan

Bachruddin Ali Akhmad.

Di Indonesia, isu childfree masih dianggap asing karena budaya yang dominan

mengharapkan setiap pasangan yang menikah untuk memiliki anak. Dengan munculnya

pernyataan dari seorang influencer Indonesia bernama Gitasav yang menyatakan

ketidakinginan untuk memiliki anak dalam konteks pernikahannya, isu mengenai childfree

telah menjadi perbincangan besar dalam masyarakat. Fenomena ini menimbulkan perhatian

serius terhadap pandangan masyarakat terhadap konsep keluarga dan pernikahan, serta

menyoroti kompleksitas nilai-nilai yang mendasarinya. Penelitian ini bertujuan untuk

memahami bagaimana informan merespons pernyataan childfree yang diungkapkan oleh

Gita Savitri dalam tayangan YouTubenya.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif,

menggunakan metode studi resepsi Stuart Hall untuk memahami bagaimana informan

menerima dan memaknai fenomena sosial tersebut sesuai dengan posisi audiens milik

Stuart Hall, yaitu dominat hegemonic position, negotiated position, dan oppositional

position. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui analisis isi komentar, wawancara

mendalam, studi literatur, dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pemaknaan

informan terhadap pernyataan childfree Gita Savitri, namun kategori pemaknaan di

dominasi oleh negotiated position. Didapati bahwa sebanyak 40 komentar mewakili

dominant hegemonic position, 110 komentar khalayak berada pada negotiaited position dan

60 komentar khalayak berada pada oppositional position. Dalam menilai beragam

pandangan ini, peneliti mengambil posisi netral, mengakui validitas dari setiap perspektif

yang diutarakan oleh warganet. Pilihan untuk menjadi childfree adalah keputusan pribadi

yang harus dihormati. Namun sebagai seorang influencer, hendaknya keputusan tersebut

tidak menjadi hal atau isu yang harus diperbincangkan dipublik mengingat bahwa pengaruh

yang dimiliki oleh seorang influencer dapat mempengaruhi pandangan dan keputusan

pengikutnya, sehingga diperlukan tanggung jawab dalam menyampaikan pandangan

pribadi di media sosial.

Kata Kunci : Analisis Resepsi, Komentar Youtube, Childfree, Gitasav

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI