DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PEMBERIAN BAHAN ORGANIK LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT DENGAN PUPUK NPK PADA LAHAN RAWA PASANG SURUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT | |
| PENGARANG | : | EDDY SUDARWOSO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-23 |
Tomat merupakan sayuran populer di Indonesia. Tomat mengandung komponen nutrisi terutama kaya akan vitamin dan mineral. Dalam satu buah tomat segar ukuran sedang (100 gram) yang telah masak mengandung 20 kalori, 1 gram protein, 0,3 gram lemak, 4,2 mg karbohidrat, 1500 si vitamin A, 0,6 mg vitamin B, 40 mg vitamin C, 5 mg kalsium, 26 mg fosfor, 0,5 mg besi, dan 94 gram air. Kemampuan tomat untuk dapat menghasilkan buah sangat tergantung pada interaksi antara pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Faktor lain yang menyebabkan produksi tomat rendah adalah pola tanam yang belum tepat dan penggunaan pupuk yang belum optimal. Untuk meningkatkan kemampuan tomat dalam menghasilkan buah, salah satunya yaitu dengan penggunaan pupuk fosfor. Fosfor merupakan salah satu nutrisi utama yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Fosfor mampu merangsang pembentukan bunga, buah, dan biji bahkan mampu mempercepat pemasakan buah dan membuat biji. Penggunaan pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan cepat, namun pemupukan yang berlebihan dan terus menerus tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik dapat menurunkan pH tanah, meningkatkan konsentrasi garam dalam larutan tanah, struktur tanah menjadi rusak, menurunnya kadar bahan organik dalam tanah sehingga produktivitas lahan semakin menurun, mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Pupuk organik yang dapat digunakan yaitu sludge.Limbah padat kelapa sawit (sludge) adalah benda padat yang mengendap di dasar bak pengendapan dalam sarana pengolahan limbah dan harus dibuang atau dikelola untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tetapi sludge yang dihasilkan dari Pengolahan Minyak Sawit (PMS) mengandung unsur hara nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pupuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pengaruh interaksi pemberian bahan organik limbah padat (sludge) kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil Tomat di lahan rawa pasang surut. (2) mengetahui takaran bahan organik limbah padat (sludge) kelapa sawit dan pupuk NPK yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat di lahan rawa pasang surut. (3) mengetahui berapa pemberian bahan organik limbah padat (sludge) kelapa sawit dan pupuk NPK yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat di lahan rawa pasang surut.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial Di mana Faktor pertama adalah pemberian Limbah Padat (Sluge) Kelapa Sawit empat taraf terdiri atas p0 = 0 t ha-1, p1 = 10 t ha-1 (300g/tan.), p2 = 20 t ha-1 (600 g/tan.), dan p3 = 30 t ha-1 (900 g/tan.), sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK terdiri atas empat taraf, yaitu n0 = 0 kg ha-1 , n1 = 100 kg ha-1 (2,4 g/tan), n2 = 200 kg ha-1 (4,8 g/tan) dan n3 = 300 kg ha-1 (7,14 g/tan). Pengamatannya yaitu LTR, LTT, LAB, jumlah buah tomat per tanaman, bobot buah per tanaman, dan hasil per hektar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi Interaksi bahan organik limbah padat kelapa sawit dengan pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap LTT pada 5-6 MST, perlakuan n1p1 (100 kg ha-1 dengan 10 t ha-1)dan n2p2 (200 kg ha-1 dengan 20 t ha-1)lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, pada LTT 6-7 MST dan LTT 7-8 MST perlakuan n2p2 (200 kg ha-1 dengan 20 t ha-1)lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pada LAB 5-6 MST pada perlakuan n2p2 (200 kg ha-1 dengan 20 t ha-1) lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pada LAB 6-7 MST perlakuan n2p3 (200 kg ha-1 dengan 30 t ha-1) lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan LAB 7-8 MST pada perlakuan n1p1 (100 kg ha-1 dengan 10 t ha-1)dan n2p2 (200 kg ha-1 dengan 20 t ha-1)lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Jumlah buah tomat per tanaman lebih tinggi pada perlakuan n2p2 (200 kg ha-1 dengan 20 t ha-1) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pemberian pupuk NPK 100 kg ha-1 (n1) tidak berbeda dengan 200 kg ha-1 (n2), dan 300 kg ha-1 (n3) pada LTR 5-6 MST, LTR 6-7 MST, dan LTR 7-8 MST masing-masing lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pemberian pupuk NPK (n0). Sedangkan terhadap bobot buah per tanaman dan hasil per hektar, pemberian 200 kg ha-1 (n2) tidak berbeda dengan 300 kg ha-1 (n3) lebih tinggi dibandingkan 100 kg ha-1 (n1) dan tanpa pemberian pupuk NPK. Pemberian limbah padat kelapa sawit dengan takaran20 t ha-1 (p2) menunjukkan bobot buah per tanaman dan hasil per hektar lebih tinggi dibandingkan dengan 30 t ha-1 (p3),10 t ha-1 (p1), dan tanpa limbah padat kelapa sawit.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI