DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SUBSTITUSI VARIASI KONSENTRASI TEPUNG BELUT (Monopterus albus Zuieuw) TERHADAP KARAKTERISTIK PROKSIMAT MI INSTAN
PENGARANG:M. SULTAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-23


Belut identik diolah menjadi lauk dan camilan oleh banyak masyarakat. Karenaaada berbagai kandunganyzat gizi dari daging belut yang tinggi salah satu diantaranya protein daging belut (14, gram), dagingasapi (18,80gram), telur ayam (12,85gram), ikan mas (16,0 gram) per 100 gram bahan mentah. Maka dari itu belut bisa dibuat menjadi berbagai makanan ataupun bahan tambahan pangan seperti menjadi tepung belut. Tepung belut merupakan tepung yang diolah dengan mengeringkan daging belut dan dihaluskan, yang mana kepala dan isi perut dibuang, lalu disayat bagian ekor belut sampai bagian leher, lalu dibersihkan darah, lender dan kotoran yang ada pada belut hingga bersih dan higienis. keragaman produk tepung belut pernah dilakukan sebelum ini yaitu  penambahan tepung belut (Monopterus albus Zuieuw) sebagai alternatif selingan bergizi pada dessert cake pops dan penambahan tepung belut pada tempe. Mi instan dibuat dari rangkaian proses mi (mi mentah) yang selanjutnya dikukus dan dikeringkan. Proses pengukusan dan pengeringan akan memodifikasi pati, sehingga menghasilkan tekstur mi instan yang berpori dan proses pengeringan dapat mengakibatkan terjadi pengurangan pada kandungan gizi mi khususnya kandungan proteinnya. Untuk meningkatkan kandungan protein pada mi instan perlu penambahan bahan lain yang mengandung protein. Salah satu bahan tersebut adalah ikan belut (Monopterus albus Zuieuw).

Peningkatan gizi pada mi instan pernah beberapa dilakukan sebelumnya. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, penelitian tentang fortifikasi mi instan dengan menggunakan daun kelor menunjukkan bahwa mi yang ditambahkan daun kelor memiliki kandungan protein yang lebih tinggi. Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat (69,3%), protein (6,8%), dan lemak (0,29%). Nilai kadar air pada setiap perlakuan O, A, B, C dan D berturut-turut ialah 3,56%, 3,94%, 4,7%, 8,06% dan 13,03%. Berdasarkan gambar 4.2. bahwa kadar air yang terendah pada perlakukan control sebesar 3,56% dan yang tertinggi pada perlakuan D sebesar 13,03%. nilai rata-rata kadar abu pada setiap perlakuan berturut-turut 1,17%, 1,19%, 1,33%, 1,35% dan 1,44% Nilai rata-rata kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan D dan nilai kadar abu terendah terdapat pada perlakuan O.nilai0rata-rataakadar Protein pada setiap perlakuan berturut-turut 12,27%, 14,51 %, 18,26 %, 18,96% dan 21,26 % Nilai rata-rata kadarpprotein tertinggi terdapat pada perlakuanDD dan nilai kadar abu terendah terdapat pada perkauan O. diketahui nilai rata-rata kadar lemak pada setiap perlakuan berturut-turut 12,55%, 14,66%, 16,10%, 16,59%, dan 16,77%. Nilai rata-rata kadar lemak tertinggi terdapat pada perlakuan D dan nilai kadar abu terendah terdapat pada perlakuan Onilai rata-rata karbohidrat pada setiap perlakuan berturut-turut 70,45%, 65,71%, 59,60%, 55,03%, dan 47,50% Nilai rata-rata karbohidrat tertinggi terdapat pada perlakuan O dan nilai kadar abu terendah terdapat pada perkauan D.

 

Kata Kunci: Mi Belut, Proksimat,oKadarkair, Abu,pProtein,kLemak,ndankKarbohidrat

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI