DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Nilai Ekonomi Kayu Sengon di Kecamatan Manuhing Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah
PENGARANG:RODI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-24


ABSTRAK

 

 

 

 

 

RODI. 2024. “Analisis Nilai Ekonomi Kayu Sengon di Kecamatan Manuhing Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah’’. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pemimbing: Dr. Ir. H. Muhammad Helmi, M.M. dan Prof. Dr. Ir. H. Gt. M. Hatta, M.S.

 

 

 

Kata Kunci: Nilai Ekonomi, Analisis Biaya, Kayu Sengon

 

 

 

            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: biaya budidaya kayu sengon,  biaya jual kayu sengon, potensi kayu sengon, dan peta sebaran lahan sengon. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan deskriptif. Analisis kuantitatif bertujuan mengumpulkan data dan mengolah data. Hasil akhir dari penelitian ini berupa data dalam bentuk angka dan biofisik. Selanjutnya, hasil data lapangan dianalisis dan dibuat peta sebaran lahan sengon yang diambil menggunakan Global Positioning System (GPS). Metode analisis deskriptif  bertujuan untuk menjelaskan dan  mengungkapkan fakta dari hal-hal yang diamati dan yang diukur, sehingga memberikan gambaran tentang beberapa macam biaya seperti biaya pembibitan/polybag/bibit/batang, nilai jual kayu sengon/m3. Potensi kayu sengon dan peta sebaran lahan Sengon. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya total budidaya sengon yang dikeluarkan petani sebesar Rp.10.938/batang yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp.308/bibit dan biaya tidak tetap sebesar Rp. 10.630/batang, sedangkan biaya total/orang sebesar Rp.3.423.594/± 313 batang sampai siap panen. Biaya total jual kayu sengon sebesar Rp.14.950.000/m3, harga Rp.467.187.500/m3 yang terdiri biaya tetap sebesar Rp.400.000/m3 dan biaya tidak tetap sebesar Rp.14.550.000/m3. Potensi kayu sengon sebesar 856,98 m3 /35 lahan dengan jumlah pohon 10.775 batang. Data diambil di 35 lahan petani dengan diameter rata-rata pohon sengon 20 cm up. Di lokasi penelitian terdapat 345 titik koordinat lahan petani dengan jumlah bibit yang tertanam dari tahun 2014-2018 sebanyak 313.508 bibit, dan berdasarkan pendugaan penggunaan lahan sengon tersebut sebesar ± 500 ha dengan jumlah petani 289 orang.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI