DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Jenis Air Pencampur dalam Stabilisasi Tanah Laterit Berplastisitas Tinggi dengan Kapur terhadap Nilai Plastisitas dan Nilai CBR Rendaman (Soaked)
PENGARANG:AKHMAD ALFILAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-24


Tanah laterit banyak ditemukan di Kalimantan Selatan. Artinya, sejumlah besar tanah laterit digunakan sebagai bendungan tanah untuk menggantikan tanah bawah permukaan. Namun, tanah laterit diklasifikasikan sebagai tanah yang  menyerap air dan oleh karena itu menunjukkan perilaku yang sangat berbahaya bagi konstruksi. Kondisi ini memerlukan upaya remediasi atau stabilisasi tanah untuk mengetahui apakah  memenuhi persyaratan spesifikasi untuk digunakan tanah timbunan.

Dalam penelitian ini menggunakan variasi perendaman Air PDAM, Air Rawa dan, Air Laut, bahan campuran kapur tohor untuk menstabilisasi tanah laterit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan tanah dengan uji California Bearing Ratio (CBR). Variasi campuran kapur tohor yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15%.

Dari hasil pengujian sifat fisik tanah asli tanpa campuran berdasarkan sistem klasifikasi metode USCS tanah tergolong kedalam kelompok CH (clay-high), untuk sistem klasifikasi AASHTO tanah tergolong kelompok A-7-5 (clay-soil). Dari hasil pengujian California Bearing Ratio (CBR) dengan tanah asli tanpa campuran menggunakan perendaman Air PDAM didapatkan hasil 0,29% yang kemudian diberikan variasi campuran didapatkan hasil dengan penambahan 10% kapur terjadi peningkatan yang semula 0,29% menjadi 5,31%. Hal ini menyatakan bahwa tanah laterit dengan campuran 10% kapur belum memenuhi syarat spesifikasi tanah timbunan pilihan spesifikasi Bina Marga

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI