DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENERAPAN METODE GETIS-ORD GI* UNTUK ANALISIS POLA SEBARAN KASUS DEMAM DENGUE DI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | GHINA MAULIDA RAHMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-27 |
PENERAPAN METODE GETIS-ORD GI* UNTUK ANALISIS POLA SEBARAN DEMAM DENGUE DI KALIMANTAN SELATAN (Oleh: Ghina Maulida Rahmah; Pembimbing: Prof. Dewi Anggraini, S.Si., M.App.Sci., Ph.D dan Rahimul Yakin, S.Kep., M.Epid., 2024; 97 halaman)
Demam dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Kasus dengue seringkali muncul di musim pancaroba dan banyak ditemukan di daerah tropis dan sub tropis. Pada akhir 2022, jumlah kasus dengue di Indonesia mencapai 143.000 kasus. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kasus dengue mempunyai kecenderungan meningkat, meskipun rata-rata angka kematian (CFR) mengalami penurunan. Namun, masih terdapat 7 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang memiliki angka kematian >1% pada tahun 2020 termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran kasus demam dengue dan mendeteksi keterkaitan jumlah kasus, Cummulative Incidence (CI), dan Case Fatality Rate (CFR) di Kalimantan Selatan menggunakan Indeks Moran dan Statistik Getis-Ord Gi* (Hotspot Analysis). Hasil penelitian Indeks Moran menunjukkan bahwa terdapat autokorelasi spasial pada variabel CFR tahun 2018, jumlah kasus demam dengue tahun 2019 dan jumlah kasus demam dengue tahun 2020 dan membentuk pola yang cenderung mengelompok (clustered). Selain itu, berdasarkan statistik Getis-Ord Gi* diketahui bahwa Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala menunjukkan wilayah hotspot yang cenderung berulang sepanjang periode 2016 hingga 2023.
Kata Kunci: Demam Dengue, Autokorelasi Spasial, Analisis Hotspot, Statistik Getis-Ord Gi*.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI