DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ETNOBOTANI DAN SEBARAN BINJAI (Mangifera caesia) OLEH MASYARAKAT SUKU BANJAR DI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | MAGFIROH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-29 |
Binjai (Mangifera caesia) merupakan tumbuhan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat suku Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pemanfaatan tanaman binjai oleh masyarakat suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan di kabupaten banjar meliputi kecamatan Martapura Desa Bincau dan kecamatan Astambul Desa Kaliukan, di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kandangan meliputi Desa Gambah Luar, Desa Gambah Dalam, Desa Angkinang, Desa Sungai Kupang, Desa Sungai Kalang, dan Desa Taniran. Pengumpulan data etnobotani dilakukan dengan metode kuesioner dan wawancara, penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dan pengumpulan data sebaran menggunakan GPS. Data dianalisis menggunakan rumus F= (S/N)x100%. Seluruh data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel atau diagram. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak empat puluh responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa binjai dimanfaatkan sebagai makanan 82,50%, obat 12,5%, dan bahan bangunan 5%. Berdasarkan hasil wawancara binjai merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk membuat sambal acan, cacapan, dan jaruk dengan memasangkan hidangan utama berupa lawuk atau ketupat kandangan. Masyarakat memanfaatkan binjai sebagai obat dalam menyembuhkan beberapa penyakit, seperti darah tinggi, diabetes, dan obat untuk setelah melahirkan.
Kata kunci: Binjai, etnobotani, mangifera, sebaran, suku banjar
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI