DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS SPASIAL TEMPORAL DAN KORELASI FAKTOR DEMOGRAFI TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANJARBARU (Studi Data Sekunder Tahun 2022-2023) | |
| PENGARANG | : | NURUL SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-30 |
WHO menyebutkan Tuberkulosis paru (TB paru) adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Seperempat dari populasi dunia terinfeksi bakteri TB paru. Di Indonesia sertiap tahunnya diperkirakan terdapat 845.000 kasus TB paru baru dengan angka mortalitas mencapai angka 98.000 kasus atau sepadan dengan 11 kematian/jam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis spasial temporal dan korelasi faktor demografi (Jenis Kelamin, Kepadatan Penduduk dan Kemiskinan) dengan kejadian TB paru. Desain penelitian yaitu studi ekologi. Populasi penelitian ini yaitu seluruh kelurahan di Kota Banjarbaru tahun 2022-2023 sebanyak 910 kasus. Instrumen yang digunakan yaitu karakteristik individu, alamat dan tanggal penemuan kasus dari penderita TB paru, kepadatan penduduk dan kemiskinan. Penelitian ini mengindikasikan pola spasial distribusi kejadian TB paru BTA positif mengarah pada laki-laki, daerah kepadatan penduduk tinggi, persentase ekonomi bawah yang dominan. Uji statistik jenis kelamin p-value = 0,0001 dan r = 0,893 pada laki-laki dan r = 0,730 pada perempuan menunjukkan nilai p-value=0,0001 dan r= 0,712. Kepadatan penduduk dengan p-value=0,0001 dan r= 0,712. Kemiskinan p-value=0,0001 dan r= 0,746. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang relevan terhadap jenis kelamin, kepadatan penduduk, dan kemiskinan terhadap insidensi TB paru.
Kata kunci: Kejadian TB paru, Jenis Kelamin, Kepadatan Penduduk, Kemiskinan
WHO says pulmonary TB is one of the deadliest diseases in the world. A quarter of the world's population is infected with pulmonary TB. In Indonesia, it is estimated 845,000 new TB cases each year with a mortality rate of 98,000 cases or equivalent to 11 deaths/hour. The purpose of this study was to analyze the spatial temporal and correlation of demographic factors (Gender, Population Density and Poverty) with the incidence of pulmonary TB. The research design was an ecological study. This study have a population was all urban rural areas in Banjarbaru City in 2022-2023, totaling 910 cases. The instruments used were individual characteristics, address and date of case finding of pulmonary TB patients, population density and poverty. This study results show that the spatial pattern of the distribution of the incidence of BTA positive pulmonary TB tends to occur in males, very dense population density, high percentage of poor families. Statistical test of gender showed p-value = 0.0001 and r = 0.893 in males and r = 0.730 in females. Population density with p-value=0.0001 and r=0.712. Poverty p-value=0.0001 and r= 0.746. The conclusion of this study is that there is a spesific relationship amidst gender, demographic density and poverty with the number of pulmonary TB cases.
Keywords : Incidence of Pulmonary Tuberculosis, Gender, Population Density, Poverty
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI