DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Dekonstruksi Politik dalam Tuturan Komedian di Media Sosial
PENGARANG:MAIMUN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-30


ABSTRAK

 

Maimun. 2024. Dekonstruksi Politik dalam Tuturan Komedian di Media Sosial. Program Studi Magister, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing 1: Prof. Dr. Jumadi, M.Pd.; Pembimbing 2: Dr. Sainul Hermawan, M.Hum.

 

Kata kunci: dekonstruksi Derrida, politik identitas agama, etnis, korupsi, wacana, media sosial

 

Konten komedi yang dibawakan oleh Bintang Emon dan Sandi Sukron merupakan salah satu bentuk dalam menyampaikan kritik terhadap fenomena politik di Indonesia. Kritik yang dituturkan oleh komedian dibalut dengan humor agar terkesan tidak kasar. Tujuan penelitian ini, yaitu mendeskripsikan dekonstruksi politik identitas  agama, etnis, politik, dan keterkaitan wacana politik di media sosial dengan dekonstruksi komedian di media sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis wacana kritis Norman Fairlough. Sumber data penelitian berdasarkan tuturan komedian di media sosial (instagram, X, dan youtube). Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dengan cara mengklasifikasikan sesuai kategori berdasarkan politik identitas agama, etnis, dan korupsi, serta mengklasifikasikan wacana yang berkaitan dengan hasil dekonstruksi.

Hasil penelitian menemukan dekonstruksi politik identitas agama, etnis, dan korupsi dalam komedi di media sosial Bintang Emon (BE) dan Sandi Sukron (SS). Dekonstruksi politik identitas agama BE terdapat satu data, yaitu gerbong didekonstruksi partai. Politik identitas agama SS sebanyak enam data, yaitu: 1) Campaign- campaign di azan. 2) Dosa-dosa masa lalu. 3)Nomor urut satu-ketuhanan yang maha esa. 4) Dinasti - dinasti guru ngaji. 5) AMIN- Anies-Muhaimin. 6) Peci.Politik identitas etnis BE ditemukan pada lima data, yaitu: 1) coba aja MK nya bukan adiknya. 2) coba saja dilakukan tapi tidak dilakukan. 3) Ahmad Dhani-Jokowi. 4)anak-anak muda. 5) partai-partai artis. Dekonstruksi politik identitas SS sebanyak 12 data yang meliputi PD-PD Ih, Kandang-PDI P, Redflag- PDI P, Mahkamah Konstitusi-Mahkamah Keluarga, ditolak-keterima, acara negara-acara keluarga, mukbang kekuasaan, redbull-PDI P, banteng-PDI P, remaja-remaja solo, nggak ada AC-adanya 1 MK, Prabowo-Sasuke. Dekonstruksi korupsi BE sebanyak lima data, yaitu 1) bikin ribut, evolusi dan kuat, dikit, dosa-korupsi, jalur samping. Dekonstruksi korupsi SS, yaitu 1) kebakaran-revisi klien. 2) oposisi biner pemberantasan-penutupan. 3) suap-suapan dan siram-siraman. 4) bela diri-bela diri dari kasus korupsi. 5) langkah awal-angka seribu. 6) oposisi biner penerangan-penggelapan. 7) oposisi biner kaya-miskin. 8) polisi-isilop. Dekonstruksi yang dilakukan oleh komedian BE dan SS memiliki keterkaitan dengan wacana di media sosial. Hasil penelitian di atas menunjukkan, tuturan komedian menghasilkan beberapa makna, tergantung siapa yang memberi makna (pembaca). Hasil tersebut relevan dengan strategi dekonstruksi Derrida, yaitu tidak ada makna tunggal dalam teks (tuturan).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI