DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STUDI GEOKIMIA PADA CATCHMENT AREA VOID BEKAS TAMBANG BATUBARA | |
| PENGARANG | : | ARRIZA LUKMAN HADI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-30 |
Arriza Lukman Hadi. 2024. Studi Geokimia Pada Catchment Area Void Bekas Tambang batubara. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc., Dr. Ir. FakhrurRazie, M.Si., dan Dr. Ir. Bambang Joko Priatmadi,M.P.
Air asam tambang (AAT) adalah air yang dihasilkan pada kegiatan penambangan atau pengolahan yang bersifat asam atau memiliki keasaman tinggi dan terbentuk sebagai akibat teroksidasinya mineral sulfida disertai keberadaan air. Sehingga apabila tidak dicegah atau bahkan tidak ditanggulangi dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan. Sesuai dengan regulasi setiap perusahaan wajib mempunyai studi geokimia tentang persebaran material PAF/NAF dan kualitas air limbah hasil penambangan, harus memenuhi baku mutu sebelum dialirkan ke badan perairan umum. Saat ini, penentuan material PAF dan NAF hanya mengandalkan penglihatan secara visual dilapangan. Dan, salah satu parameter kualitas air di void yaitu pH, Saat ini masih belum memenuhi baku mutu. Sehingga, diperlukan analisis persebaran material PAF/NAF dalam kaitannya dengan pengelolaan air asam tambang.
Penelitian ini merupakan observasi dilapangan terhadap void pascatambang M4W pada operasi penambangan batubara di Kalimantan Selatan dan daerah tangkapan hujannya, dimulai dari pengamatan dan pencatatan hasil coring, kemudian hasil sampel coring dilakukan preparasi yaitu pengeringan dan pengecilan ukuran, kemudian dilakukan uji untuk menentukan material atau batuan yang berpotensi untuk pembentukan asam, yaitu uji statik dengan metode NTAPP (Net Total Acid Producing Potential). Setelah dilakukan analisis data, data dimodelkan dengan konsep korelasi, yaitu menghubungkan semua variabel yang memiliki hasil potential acid forming (PAF). Sehingga, data-data tersebut akan terhubung satu sama lain membentuk model tiga dimensi per elevasi. Untuk melihat persebarannya secara manual (3 dimensi) dapat dilakukan dengan membuka file yang sudah dibuat oleh tim dengan menggunakan software tambang Minescape 2023, akan tetapi untuk melihat secara jelas dan terukur (lengkap dengan elevasi, koordinat, kedalaman, kemiringan lapisan, ketebalan lapisan PAF dan NAF dan lain-lain, secara 2 dimensi) dapat menggunakan sayatan penampang (section/profile) baik penampang tegak/melintang (cross section) dan penampang sejajar (long section) dengan menggunakan software yang sama
Dari hasil sampel coring dilapangan, diperoleh data lithologi batuan untuk tiap titik pengeboran (titik A, B, C dan D) per kedalaman, kemudian tiap titik bor juga akan mendapatkan hasil laporan uji NTAPP dimana, pada titik bore hole A hanya ditemukan 1 layer material PAF low capacity di elevasi (RL -3.9 mdpl) sampai dengan (RL -4 mdpl). Pada titik bore hole B ditemukan 1 layer material PAF low capacity di elevasi (RL -1 mdpl) sampai dengan (RL -1.6 mdpl), dan 1 layer material PAF di elevasi (RL -11.9 mdpl) sampai dengan (RL -12.6 mdpl). Pada titik bore hole C hanya ditemukan 1 layer material PAF di elevasi (RL +6 mdpl) sampai dengan (RL +2 mdpl). Pada titik bore hole D hanya ditemukan 1 layer material PAF di elevasi (RL +8.5 mdpl) sampai dengan (RL + 8 mdpl). Selain dari layer yang disebutkan diatas untuk semua titik (A, B, C dan D) materialnya adalah NAF. Dari perhitungan, diketahui bahwa material PAF dan NAF yang berada didalam area pengaruh (boundary catchment area void barrier) adalah masing masing untuk PAF sebesar 2,6 juta m3 dan untuk NAF sebesar 5.7 juta m3 (rasio PAF : NAF = 30 : 70 %).
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut yaitu Persebaran material PAF pada area tangkapan hujan void M4W, hanya terdapat pada area highwall (area selatan) void M4W, dari permukaan (surface) rata rata di elevasi + 10 mdpl sampai dengan rata-rata + 15 mdpl adalah material NAF, kemudian dari rata rata + 15 mdpl sampai dengan rata rata + 35 mdpl adalah material PAF dan dari rata rata + 35 mdpl sampai dengan rata rata – 50 mdpl adalah NAF. Dan diperoleh saran yang pertama yaitu, metode Re-Mining/Re-Cutting adalah metode pencegahan penanganan air asam terbaik di void M4W, dengan cara memotong dinding void di area low wall yang memiliki sudut single slope yang tegak yaitu 34° menjadi 14°), saran yang kedua yaitu, menghamparkan topsoil, menanam cover crop dan menanam pohon. Perlu dilakukan studi penanganan air asam tambang yang lebih efektif dan innovative untuk menaikkan kualitas air didalam void yaitu pH dan yang terakhir adalah perlu dilakukan intensive revegetation dengan menggunakan metode hydroseeding dan penyulaman di area less revegetation didalam area tangkapan hujan (didalam void barrier) void M4W.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI