DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL BERKAT UNTUK SISWA KELAS IV SDN MANDUIN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD WAHYUDHA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-31 |
ABSTRAK
Wahyudha, Muhammad. 2024. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Berkat untuk Siswa Kelas IV SDN Manduin. Skripsi Program S1 Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Maimunah, M.Pd.
Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Model BERKAT
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran matematika yang kurang efektif dalam peningkatan keterampilan pemecahan masalah. Upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pembelajaran menggunakan model BERKAT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Manduin tahun pelajaran 2023/2024, dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara kelompok dan individu. Analisis data yang disajikan yaitu berupa deskripsi, tabel, dan grafik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru dapat terlaksana dengan sangat baik dan memperoleh skor maksimal. Aktivitas siswa dapat terlaksana dengan kriteria seluruh siswa sangat aktif atau memperoleh skor maksimal. Kemampuan pemecahan masalah pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 53% menjadi 100%. Hasil belajar kognitif (kelompok) pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 40% menjadi 100%. Hasil belajar kognitif (individu) pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 53% menjadi 100%. Hasil belajar afektif pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 60% menjadi 100%. Hasil belajar psikomotorik pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 53% menjadi 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model BERKAT berhasil dilaksanakan dengan skor maksimal pada aktivitas guru dan siswa. Model ini juga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar. Penelitian ini dapat dijadikan salah satu referansi untuk guru, kepala sekolah, dan peneliti lain dalam menggunakan model yang dapat meningkatkan aktivitas, kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI