DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EVALUASI KAPASITAS TAMPUNGAN SUNGAI TAPIN SETELAH PEMBANGUNAN BENDUNGAN TAPIN MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 5.0.7
PENGARANG:DWI SURYA SAPUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-31


Banjir merupakan peristiwa yang terjadi ketika air menggenangi lahan yang kering atau ketika aliran sungai melebihi kapasitas tampungnya. Banjir dan tampungan sungai memiliki hubungan yang sangat erat, karena tampungan sungai merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi potensi terjadinya banjir. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), di tahun 2021 terjadi banjir di Tapin yang dipicu oleh curah hujan dengan intensitas yang tinggi. Untuk menganalisa kapasitas tampung Sungai Tapin perlu adanya pemodelan hidraulika berupa aplikasi HEC-RAS untuk memberi gambaran terhadap kemampuan sungai dalam menampung banjir, terutama setelah pembangunan Bendungan Tapin. Penelitian ini bertujuan untuk meanalisis besar debit banjir rencana berdasarkan analisa hidraulika menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7.

Pada penelitian ini menggunakan data sekunder, untuk data sekunder yang digunakan yaitu data Digital Elavation Model (DEM), data hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) dan data Cross Section. Metode yang digunakan untuk analisa perhitungan yaitu metode Hidograf Satuan Sintetis Nakayasu.

Berdasarkan hasil analisa hidraulika menunjukkan bahwa debit maksimum banjir yang terjadi sebelum pembangunan bendungan Tapin kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun adalah sebesar 202,07 m3/s, 288,47 m3/s, 343,60m3/s, 401,87 m3/s, 418,33 m3/s, 467,36 m3/s, dan 520,13 m3/s. Sedangkan debit maksimum banjir yang terjadi setelah pembangunan bendungan Tapin kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun adalah sebesar 147,15 m3/s, 187,32 m3/s, 189,43m3/s, 203,04 m3/s, 211,70 m3/s, 299,08 m3/s, dan 316,69 m3/s.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI