DIGITAL LIBRARY



JUDUL:POLA KERJA PENGEMIS ANAK DI JALAN HASAN BASRI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:WILDA PUSPITA AYU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-01


Pengemis anak di bawah umur merupakan fenomena yang tidak dapat diabaikan dalam masyarakat. Fenomena ini merupakan salah satu indikator kemiskinan yang terjadi di masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Pengemis anak di bawah umur merupakan salah satu fenomena yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia terutama di kota besar. Untuk itu diperlukan kajian yang sistematis guna mencari tahu bagaimana gambaran kehidupan pengemis anak dan latar belakangnya. Dari rumusan tersebut penelitian ini bertujuan untuk(1) Mendeskripsikan gambaran kehidupan pengemis dijalan Hasan Basri kota Banjarmasin berkaitan dengan kehidupan ekonomi dan kehidupan sosial; (2) Mendeskripsikan yang menjadi latarbelakang anak menjadi pengemis di kota Banjarmasin berlandaskan pada pola pengemis dan penghasilan serta harapan terhadap masa depan.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 3 orang informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Untuk memastikan keabsahan data, digunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu

Hasil penelitian menunjukan dan menggambarkan kehidupan dan latar belakang pengemis di Jalan Hasan Basri, Kota Banjarmasin. Hasil penelitian terkait gambaran kehidupan pengemis yakni ekonomi dan sosial. Terkait kehidupan ekonomi pengemis hanya cukup untuk kebutuhan makan dan tempat tinggal, sedangkan kehidupan sosial mereka menjalin hubungan dengan sesama pengemis dari hubungan tersebut dapat saling mendukung kegiatan mengemis mereka. Terkait dengan latar belakang pengemis mereka melakukan kegiatan mengemis dikarenakan adanya pola kemiskinan kultural akibat dari adanya nilai-nilai kemiskinan yang terwariskan. Walau demikian mereka masih menginginkan adanya harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Disarankan dapat menjadi dasar bagi pemerintah guna memberikan kebijakan daerah baik itu Perda dan UU daerah mengenai pemberdayaan para pengemis serta membangun pendidikan yang baik kepada anak-anak yang berada pada tingkat ekonomi rendah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI