DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Adaptasi Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwagery T.et.B.) di Bawah Tegakan Karet (Hevea brasiliensis L.) di Desa Telaga Langsat, Takisung, Tanah Laut, Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | MAYSAN PASAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-01 |
ABSTRAK
MAYSAN PASAH. 2024. “Adaptasi Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwagery T.et.B.) di Bawah Tegakan Karet (Hevea brasiliensis L.) di Desa Telaga Langsat, Takisung, Tanah Laut, Kalimantan Selatan.” Tesis. Program Studi Magister Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Dibimbing oleh: Dr. Yusanto Nugroho, S.Hut., M.P. dan Dr. Susilawati, S.Hut., M.P.
Kata kunci: Diameter tanaman ulin, tinggi tanaman ulin, kesehatan tanaman ulin
Belum ada informasi mengenai tanaman ulin yang telah ditanam oleh masyarakat di bawah tegakan karet pada tahun 2010 yang karena kondisi edafik dan klimatik tidak dikaji terlebih dahulu. Untuk itu, ulin ini perlu dievaluasi apakah tumbuh secara baik atau ada perubahan-perubahan rekayasa terhadap pertumbuhan ulin itu sendiri. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka dilakukan penelitian adaptasi tanaman ulin di bawah tegakan karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi tanaman ulin di bawah tegakan karet, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat adaptasi tanaman ulin di Desa Telaga Langsat yang nantinya bisa dilakukan penerapan teknik silvikultur untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, misalnya tingkat pembukaan naungan, tingkat pembebasan dan dosis pemupukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan pengamatan lapangan. Berdasarkan analisis hasil penelitian didapatkan (1) tanaman ulin yang tumbuh di bawah tegakan karet mampu beradaptasi cukup baik bila dipandang dari sudut riap tinggi, riap diameter, dan kesehatan tanaman karena menurut analisis memberikan nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan tegakan ulin di hutan alam yaitu pada blok (A1B3) dengan rata-rata diameter (7,03) cm dan riap diameter (0,541) cm/tahun dengan diameter tertinggi (12,6) cm dan terendah (0,9) cm, rata-rata tinggi (6,21) m dan riap tinggi (0,477) m/tahun dengan tinggi tertinggi (10,8) m dan terendah (0,55) m, namun bila dipandang dari sudut persentase hidup termasuk ke dalam kategori rendah sebesar (40,48)% dengan persentase hidup tertinggi pada blok (A1B2) sebesar 53% dan terendah pada blok (A2B1) sebesar 21,92%, dan (2) faktor edafik dan faktor klimatik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, diantaranya faktor intensitas cahaya dan tapak memegang peranan penting dalam pertumbuhan tanaman. Tapak atas memberikan nilai persen hidup yang lebih baik dibandingkan dengan tapak bawah bila dibandingkan dengan setiap perlakuan dan areal dengan tutupan sedang sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan tutupan tertutup dan sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan tutupan terbuka.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI