DIGITAL LIBRARY



JUDUL:REPRESENTASI PERASAAN KESEPIAN PADA TOKOH UTAMA DALAM FILM
PENGARANG:GUSTI ABIYYU DZAKIR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-05


Gusti Abiyyu Dzakir, 2010414310042, 2020, Representasi Perasaan Kesepian pada Tokoh Utama Dalam Film “A Man Called Otto” (Analisis Semiotika Model Charles Sanders Peirce), dibimbing oleh Achmad Bayu Chandrabuwono S.IKOM., M.A. Film “A Man Called Otto” adalah adaptasi dari novel terkenal berjudul "A Man Called Ove" karya Fredrik Backman. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. “A Man Called Otto” dirilis serentak pada tanggal 13 Januari 2023 di seluruh bioskop Indonesia dan masuk ke dalam beberapa nominasi ajang besar film internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perasaan kesepian pada tokoh utama dalam film "A Man Called Otto" melalui pendekatan semiotika model Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisa dilakukan menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce, yang melibatkan identifikasi tanda (sign), objek (object), dan interpretan (interpretant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 141 adegan dalam film, terdapat 8 adegan yang secara signifikan merepresentasikan perasaan kesepian baik secara emosional maupun sosial sesuai dengan konsep kesepian yang dikemukakan oleh Weiss. Kesepian emosional terlihat melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, dan dialog tokoh utama yang mencerminkan kehilangan hubungan intim dan dukungan emosional. Kesepian sosial tergambar melalui adegan yang menunjukkan isolasi sosial, kurangnya interaksi sosial, dan perasaan keterasingan dari lingkungan sekitarnya.

Kata Kunci: Film, Semiotika, Representasi, A Man Called Otto, Kesepian 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI