DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PROSESI PEMENUHAN JALAN ADAT AGAMA ISLAM DALAM PERKAWINAN SUKU DAYAK NGAJU DI DESA PUNDU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR | |
| PENGARANG | : | DIESTIN BELLA DESYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-06 |
Prosesi pemenuhan jalan adat suku Dayak Ngaju adalah proses yang sakral dalam pernikahan adat Dayak Ngaju berdasarkan budaya adat Dayak Ngaju dengan beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi mempelai laki-laki untuk mempelai perempuan serta memberikan harapan-harapan yang baik dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui prosesi pemenuhan jalan adat agama islam dalam perkawinan Suku Dayak Ngaju di Desa Pundu 2) Makna simbolik prosesi pemenuhan jalan adat agama islam dalam perkawinan Suku Dayak Ngaju di Desa Pundu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, Penyajian Data, dan Verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Prosesi pemenuhan jalan adat agama islam dalam perkawinan Suku Dayak Ngaju di Desa Pundu dimulai dari hakumbang auh, mamanggul dan maja misek.Pelaksanaan pernikahan terdapat dua acara yaitu: lawang sakepengdan haluang hapelek. Makna simbolik perkawinan melalui jalan adat agama islam di Desa Pundu yaitu:pelaku, saput halamaung, piring lapik, lamiang sirau, Kanyai dan dandu, piring pintaan, tutup uwan dan duit turus.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pemerintah untuk melindungi dan mempromosikan prosesi pemenuhan jalan adat agama islam dalam perkawinan suku Dayak Ngaju di Desa Pundu sebagai bagian dari warisan budaya dan dilestarikan agar tidak punah. Selain itu, diperlukan Edukasi masyarakat tentang pentingnya prosesi pemenuhan jalan adat agama islam dalam perkawinan suku Dayak Ngaju di Desa Pundu dalam konteks kemajemukan, budaya dan spiritual.
The processional fulfillment of the Dayak Ngaju tribal rite was a sacred process in marriage of indigenous Dayak Ngaju with certain requirements required for the bride and gave good wishes to the marriage of the household.The study aims: knowing of the completion of the traditional islamic religious road in the marriage of the Dayak Ngaju tribe in the village of pundu; knowing the symbolic meaning of the convergence of the islamic religious customs in the marriage of the Dayak Ngaju tribe in the village of pundu.The method used in this study is a qualitative method. Data source is selectively selected. Data collection is done with observation techniques, interviews and documentation. Analysis of research results using data reduction measures, data presentation, and verification.The results of the study found that the procession to fulfill the Islamic religious traditional road in the marriage of the Ngaju Dayak Tribe in Pundu Village started from hakumbang auh, mamanggul and maja misek. The implementation of the wedding has two events, namely: lawang sakepeng and haluang hapelek. The symbolic meaning of marriage through Islamic traditional roads in Pundu Village is: perpetrators, saput halamaung, lapik plates, lamiang sirau, kanyai and dandu, pintaan plates, uwan lids and duit turus.Based on the results of this study, it can be recommended to the government to protect and promote the procession to fulfill the traditional islamic religious way of marriage in the Dayak Ngaju tribe of pundu as part of a cultural heritage and preserve the possibility of extinction. Moreover, there is a need to educate the people about the importance of meeting the traditional islamic religious way in the marriage of the indigenous dayak ngaju in the village of pundu in the context of its growth, culture and spirituality.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI