DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Docking Molekular Fitokimia Daun Katuk (Sauropus androgynus) sebagai Modulator Enzim Cathepsin: Upaya Penghambatan Proses Autolisis pada Pembusukan Jenazah | |
| PENGARANG | : | RIZKA MAULIDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-07 |
Kematian adalah saat fungsi organisme secara keseluruhan berhenti secara permanen. Dekomposisi merupakan proses penguraian struktur pada makhluk hidup yang telah mati. Pada proses autolysis, enzim dalam tubuh membantu proses pembusukan. Cathepsin dan calpain adalah anggota sistein protease yang merupakan enzim proteolitik yaitu enzim yang mengkatalisis pemecahan protein melalui hidrolisis ikatan peptida. Salah satu cara untuk mengurangi paparan formalin pada ahli forensik adalah dengan mengganti bahan anti pembusukan tersebut. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi enzim cathepsin dengan senyawa aktif fitokimia pada daun katuk dengan menggunakan metode in silico. Penelitian ini menggunakan cara analisis molecular docking antara senyawa aktif fitokimia yang terdapat pada daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap enzim Cathepsin. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan fitokimia daun katuk afzelin, reserpine, trifolin dapat mempengaruhi kemampuan cathepsin K dalam bekerja sebagai enzim pembusukan. Dengan afzelin paling berpotensi menjadi inhibitor karena binding energy mendakati odanacatib yang merupakan inhibitor cathepsin K terbaik saat ini. Afzelin, reserpine, trifolin, dan kaempferol memiliki potensi sebagai inhibitor cathepsin S karena memiliki residu asam amino aktif yang ada di Cathepsin S, serta memiliki binding energy yang lebih negatif dibandingkan furanones yang merupakan inhibitor cathepsin S.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI