DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KETAHANAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH DENGAN PENAMBAHAN SERAT BEMBAN DI LINGKUNGAN AIR LAUT
PENGARANG:AHMAD ATHAILLAH AL MASYKURI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-07


Profesor Davidovits mengusulkan reaksi kimia untuk menghasilkan bahan pengikat yang disintesa melalui proses polimerisasi sehingga tercipta istilah Geopolimer. Dengan proses polimerisasi unsur – unsur silika dan alumina dapat dilarutkan dengan menambahkan larutan alkali aktivator agar memungkinkan terjadi reaksi kimia. Geopolimer adalah campuran pengganti semen sebagai bahan pengikat untuk beton yang digantikan oleh bahan lain yang banyak mengandung silika dan aluminium. Mortar geopolimer yang digunakan yaitu berbahan dasar fly ash denganmenggunakan agregat halus pasir Barito dan pasir silika dengan rasio 100/0, 70/30, dan 50/50 dengan penambahan serat bemban sebesar 0% dan 1,5%. Rasio Na2SiO3 dan NaOH 8M yang digunkan sebesar 2,5:1. Perawatan mortar geopolimer yaitu metode lembab PDAM selama 28 hari lalu mortar geopolimer dipaparkan dengan lingkungan air laut dari pantai Takisung selama 1 bulan. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan, uji porositas dan absorpsi, uji sorptivity, uji karbonasi, dan uji visual dengan evaluasi mortar 28 hari dan 28 hari + 1 bulan. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi sebelum terpapar lingkungan air laut yaitu pada variasi perbandingan pasir Barito dan silika 50/50 tanpa penambahan serat bemban dengan kuat tekan sebesar 47,928 MPa dan setelah terpapar lingkungan air laut yaitu pada variasi pasir Barito dan silika 70/30 dengan penambahan serat bemban dengan kuat tekan sebesar 85,186 MPa. Peningkatan kuat tekan pada mortar terjadi setelah terpapar lingkungan air laut jika dibandingkan pada mortar dengan lingkungan terkontrol dengan komposisi pasir Barito:silika 100/0, 70/30, 50/50 dengan masing-masing persentase peningkatan sebesar 104,81%, 28,74%, dan 103,32%. Penambahan serat bemban 1,5% mengalami penurunan sebelum terpapar lingkungan air laut. Setelah terpapar lingkungan air laut mortar mengalami peningkatan pada komposisi Barito:silika 70/30 namun mengalami penurunan pada komposisi 100/0 dan 50/50.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI