DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI KOPI DI DESA TIWINGAN BARU KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:SETIANI RAHMA PRATIWI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-07


SETIANI RAHMA PRATIWI, 2024. “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Petani Kopi di Desa Tiwingan Baru Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.” Tesis. Program Studi Magister Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Dibimbing oleh Dr. Trisnu Satriadi, S.Hut., M.Si. dan Wiwin Tyas Istikowati, S.Hut., M.Sc., Ph.D.

 

Kata kunci: Pemberdayaan, Peran, Kontribusi, Kopi

 

Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Tanaman kopi di Desa Tiwingan Baru Kecamatan Araniotumbuh tak beraturan di kawasan hutan konservasi seluas 100 hektara. Melihat tingginya potensi kopi di desa tersebut, Kelompok Tani Hutan Tunas Muda Desa Tiwingan Baru melakukan pembinaan dan penataan terhadap hutan kopi tersebut. Selain itu Kelompok Tani Hutan  juga akan membuka lahan baru melalui program Kebun Bibit Desa dengan luas lahan sekitar 40 hektar beserta bibit tanaman kopi sebanyak 40.000 pohon. Program tersebut merupakan salah satu program untuk meningkatkan jumlah produksi kopi dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi. Oleh sebab itu diperlukan strategi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas petani kopi secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, menganalisis kontribusi pendapatan petani dari agroforestri kopi terhadap pendapatan petani, dan merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat petani kopi di Desa Tiwingan Baru Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang menghasilkan data kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian: (1) peran serta dalam pemberdayaan petani kopi tinggi yakni 100%, yang didukung bantuan dari pemerintah desa dan pelatihan-pelatihan tentang pengelolaan dan pemanfaatan produk dari bahan baku kopi dengan standar peran serta masyarakat dikategorikan tinggi, (2) pendapatan yang diperoleh petani dari perkebunan kopi sebesar Rp36.000.000 per responden/tahun dengan kontribusi rata-rata pendapatan petani kopi terhadap pendapatan petani/tahun di Desa Tiwingan Baru adalah 54,43%. Hal ini menunjukkan kontribusi pendapatan petani kopi terhadap pendapatan petani sangat mendukung dalam kegiatan pemberdayaan, dan (3) strategi pemberdayaan petani kopi yang tepat untuk diterapkan dari hasil analisis SWOT yaitu  mengoptimalkan penggunaan mesin canggih untuk mengolah kopi dengan jumlah besar dan waktu yang lebih singkat, mengoptimalkan informasi dan promosi produk kopi sehingga dikenal pasar serta lintas sektor, pembinaan dari pemerintah atau pihak lainnya untuk menyempurnakan packaging produk dan pemasarannya sehingga keterbatasan permodalan dan pemasaran dapat terbantu dengan adanya peran pemerintah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI