DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Variasi Dosis Vaksin Heat Killed Aeromonas hydrophila Strain Lokal ALLGT untuk Pengendalian Motile Aeromonad Septicemia (MAS) pada Ikan Lele (Clarias sp.)
PENGARANG:DHIYA FADHILA PUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-13


Pemberian vaksin heat killed A. hydrophila adalah salah satu upaya dalam pencegahan dan pengendalian serangan penyakit Motile aeromonad septicemia (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vaksin heat killed terhadap relative percent survival (RPS), rerata waktu kematian (RWK) serta mengetahui dosis optimal untuk vaksinasi. Vaksin dibuat dengan metode heat killed dan variasi dosis vaksin dilakukan dengan cara serial dilution 109, 108, 107 dan 106 sel/mL. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu 4 perlakuan dosis vaksin 109, 108, 107, 106 sel/mL dan 1 perlakuan kontrol (PBS pH 7,0). Parameter yang diamati meliputi RPS, mortalitas, RWK, gejala klinis eksternal dan internal, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian vaksin dengan variasi dosis yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap parameter RPS(81,33 – 100%) dan RWK divaksin (24 – 34 jam), sedangkan kontrol memiliki RWK terpanjang (39 jam).Mortalitas ikan yang divaksin (5,56 – 16,67 %) dan kontrol (88,9%) menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata. Gejala klinis eksternal dan internal yang muncul setelah dilakukan uji tantang, yaitu nodul, nekrosis, ekses lendir, luka kemerahan, cairan kuning berbau busuk, anus kemerahan dan hati yang membengkak.  Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran normal untuk kehidupan ikan lele. Dosis vaksin heat killed A. hydrophila yang terbaik terdapat pada perlakuan  106 sel/mL.

Kata Kunci: Aeromonas hydrophila, Clarias sp, dosis, vaksin heat killed

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI