DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGENDALIAN BANJIR MENGGUNAKAN EMBUNG (STUDI KASUS SUNGAI BENGARIS KOTA MUARA TEWEH)
PENGARANG:HADRIANOOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-14


Sungai Bengaris merupakan sungai terpanjang yang melintasi dalam kota 
Muara Teweh yang ketika hujan dengan intensitas tinggi sungai bengaris meluap
sehingga mengakibatkan banjir.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui
kapasitas sungai bengaris dalam mengalirkan debit banjir rencana
, merencanakan
dimensi, jumlah, dan penempatan embung pada lokasi yang tersedia untuk
mereduksi debit puncak banjir
dan mengevaluasi efektivitas penerapan embung
dalam mereduksi peristiwa banjir di sungai Bengaris untuk kala ulang 20 tahun
pada STA 4+248 (Jalan Pararawen II), STA 5+689 (Jalan Ronggolawe) dan
pada STA 6+049 (belakang Kantor BAPPEDALITBANG).

 

Pada Penelitian ini untuk menghitung hujan rencana menggunakan Metode  Normal, Log Normal, Gumbel  dan  Metode  Log  Pearson  III, untuk menghitung distribusi curah hujan jam-jaman menggunakan Metode Mononobe dan untuk menghitung debit rencana kala ulang 20 tahun menggunakan metode Rasional, Derweduwen, Haspers, Melchior dan dengan metode Hidrograp Satuan Sintetik (HSS) Snyder-Alexejev, Snyder, Nakayasu dan metode Soil Conservation Service Curve Number (SCS-CN) pada aplikasi HEC-HMS 4.10 sedangkan Permodelan HEC-RAS 6.0 untuk analisis hidrolika sungai dengan mode running steadyflow dan unsteadyflow.

Berdasarkan hasil penelitian, untuk mengendalikan banjir sungai Bengaris kala ulang 20 tahun pada STA 4+248 (Jalan Pararawen II), STA 5+689 (Jalan Ronggolawe) dan pada STA 6+049 (belakang Kantor BAPPEDALITBANG), dibutuhkan 2 (dua) buah Embung, yaitu pada STA 6+049 dan STA 4+435 dengan volume tampungan embung masing-masing sebesar 500 m3 dan 800 m3. Berdasarkan hasil permodelan dengan HEC RAS, terjadi penurunan luas penampang basah sungai pada STA 4+248 (Jalan Pararawen II) yang sebelumnya 112,030 m2 menjadi 5,29 m2 atau turun 95,278 %, pada STA 5+689 (Jalan Ronggolawe) yang sebelumnya 51,950 m2 menjadi 6,49 m2 atau turun 87,507 % serta pada STA 6+049 (belakang Kantor BAPPEDALITBANG) yang sebelumnya 91,710 m2 menjadi 3,91 m2 atau turun 95,737 %.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI