DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Komparasi Metode K-Means dan Metode K-Medoids pada Prevalensi Stunting di Kalimantan Selatan
PENGARANG:LUIQI HAYA FRASISKA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-15


Stunting terjadi akibat salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan   dan   kematian. Untuk mempermudah dalam pengelompokan data, maka kita memerlukan klasterisasi. Klasterisasi terhadap prevalensi stunting kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan metode K-Means dan K-Medoids dilakukan dengan jumlah klaster 2 hingga 10. Melalui evaluasi dari kedua metode tersebut dengan metode elbow terhadap hasil klasterisasi diperoleh jumlah klaster optimumnya 3 klaster. Dimana, klasterisasi prevalensi stunting kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Selatan lebih cocok menggunakanmetode K-Means karena nilai AWCD(Average With Centroid Distance) pada metode K-Meanslebih kecil dibandingkan metode K-Medoids.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI