DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT POTONG, PERSENTASE KARKAS DAN GIBLET ITIK PEKING JANTAN
PENGARANG:SITI HANA HALIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-23


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tingkat pemberian tepung daun kelor dalam ransum terhadap bobot potong, persentase karkas dan persentase giblet itik Peking jantan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 5 ekor itik dalam satu petak kandang sehingga jumlah itik Peking jantan yang digunakan adalah 100 ekor. Perlakuan penelitian ini adalah tingkat penggunaan tepung daun kelor dalam ransum pakan itik Peking jantan sebagai subtitusi protein, yaitu 0%, 4%, 8%, dan 12%. Peubah yang diamati yaitu Bobot potong, Persentase karkas, dan Giblet. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam RAL, apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji maka dilanjutkan dengan uji wilayah Berganda Duncan. Analisis data dibantu dengan program SPSS versi 21. Perbedaan tingkat pemberian tepung daun kelor dalam ransum seluruh perlakuan yang diberikan pada itik Peking jantan selama 8 minggu dengan persentase 0% - 12% nyata meningkatkan bobot potong itik peking (p<0,05), dan mampu mempertahankan terhadap persentase karkas dan persentase giblet itik peking.

 

Kata Kunci: Tepung Daun Kelor, itik peking jantan, bobot potong, persentase karkas, dan persentase giblet.

 

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of variations in the level of moringa flour in the ration on slaughter weight, carcass percentage and giblet percentage of male Peking ducks. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications, where each replication consisted of 5 ducks in one cage plot so that the number of male Peking ducks used was 100. The treatment of this study was the level of use of Moringa leaf flour in the ration of male Peking ducks as a protein substitute, namely 0%, 4%, 8%, and 12%. The observed variables were slaughter weight, carcass percentage, and giblet. The data obtained were analyzed using RAL analysis of variance, if the treatment had a significant effect, it was continued with the Duncan multiple area test. Data analysis was assisted by the SPSS version 21 program. Different levels of moringa leaf flour in the rations of all treatments given to male Peking ducks for 8 weeks with a percentage of 0% - 12% significantly increased the slaughter weight of Peking ducks (p<0.05), and were able to maintain the percentage of carcasses and the percentage of giblets of Peking ducks.

Keywords: Moringa leaf meal, male Peking ducks, slaughter weight, carcass percentage, and giblet percentage.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI