DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Pascakebakaran Di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang
PENGARANG:DHEA QOLBINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-23


Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan hampir terjadi setiap tahun  terutama pada musim kemarau Hutan Lindung Liang Anggang merupakan salah satu daerah langganan terjadinya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tumbuhan bawah, dan menganalisis Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Keanekaragaman (H’) jenis tumbuhan bawah yang ada pada area pascakebakaran di kawasan hutan lindung Liang Anggang. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah observasi dengan teknik purpossive sampling untuk penentuan lokasi petak ukur penelitian. Pembuatan petak ukur dilakukan secara sistematis dengan panjang 100 m terdiri dari 3 jalur berjumlah 15 petak pengamatan berukuran 20 x 20 m lalu dibuat subpetak 2 m x 2 m untuk jenis rumput dan subpetak 5 m x 5 m untuk jenis semai dan herba. Pembuatan plot dibuat secara zig-zag agar seluruh vegetasi dapat terwakili. Indeks Nilai Penting ditentukan dari Kerapatan relatif dan Frekuensi relatif suatu jenis. Indeks Keanekaragaman berdasarkan indeks Shannon Wiener. Hasil penelitian ditemukan 21 jenis tumbuhan bawah yang terbagi kedalam 16 famili dengan jumlah 697 individu yang tergolong kedalam jenis rumput, semai dan herba, dan satu jenis pancang. Jenis yang memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi untuk jenis rumput ialah alang-alang (Imperata cylindrica) dengan nilai sebesar 106,49%. Jenis semai dan herba yang mendominasi atau yang memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi yaitu galam (Melaleuca leucadendron) sebesar 71,24%. Indeks Keanekaragaman jenis rumput didapat nilai sebesar 1,054 yang termasuk kedalam kategori sedang, dan indeks keanekaragaman untuk jenis semai dan herba didapat nilai sebesar 1,089 yang juga sama termasuk kedalam kategori sedang. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI