DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FORMULASI KULIT BUAH AREN (Arenga pinnata Merr) DAN DAUN NANAS (Ananas comosus L. Merr) UNTUK PRODUK KRIYA INOVATIF | |
| PENGARANG | : | ALPIN ADAM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-26 |
Tanaman aren (Arenga pinnata Merr) merupakan tanaman yang menghasilkan bahan-bahan industri. Hampir semua bagian pada tanaman ini dapat dimanfaatkan mulai dari akar, daun, batang, ijuk, nira, tepung dan buah kolang kaling. Buah aren yang diambil kolang kalingnya menyisakan limbah kulit buah aren, semakain banyak buah aren yang digunakan maka semakain banyak juga limbah kulit buah aren yang menumpuk di tempat pengolahan kolang kaling. Daun nanas merupakan limbah yang memiliki jumlah terbanyak dari total tanaman nanas karena pemanfaatan tanaman nanas selama ini hanya sebatas pada buah dan kulitnya, sedangkan daun nanas relatif belum banyak dimanfaatkan, sehingga limbah daun nanas di daerah ini akan semakin meningkat apabila tidak dimanfaatkan. Kedua Limbah ini yang akan dimanfaatkan sebagai bahan formulasi pembuatan produk kriya. Produk kriya adalah suatu produk yang unik, berkarakter, nilai dan fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk limbah kulit buah aren dan serbuk daun nanas terhadap sifat fisik dan mekanik semen partikel sebelum dibuat menjadi produk kriya, mendesain produk kriya dan mengetahui harga pokok produksi produk kriya formulasi bahan dasar limbah aren dan daun nanas. Uji yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji kuat tekan, uji daya serap air, uji densitas dan uji porositas. Perbandingan formulasi untuk pembuatan sampel (serbuk kulit buah aren, serbuk daun nanas, pasir dan semen) dengan 3 perbandingan yaitu A1 (1:2:5), A2 (1,5:1,5:5), A3 (2:1:5). Penentuan uji kuat tekan dan uji daya serap air ini dikutip dari SNI 03-0691-1996. Analisis harga pokok produk menggunakan metode full costing. Hasil penelitian ini dicari perbandingan komposisi yang terbaik untuk dijadikan produk kriya terbaik dari parameter uji sifat sifik dan mekanik semen partikel yaitu berupa uji densitas, porositas, daya serap air dan kuat tekan. Hasil terbaik dari perbandingan komposisi yaitu A1 (1:2:5). Analisis produk kriya yang dilakukan yaitu preferensi konsumen, harga pokok produk dan nilai tambah. Hasil preferensi konsumen produk terbaik terdapat pada produk kriya D2, sedangkan untuk harga pokok produk yaitu untuk produk D1 sebesar Rp. 5.020, produk D2 sebesar Rp. 5.091 dan untuk produk D3 sebesar Rp. 5.059. Hasil analisis nilai tambah harga tertinggi terdapat pada produk D2.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI