DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Pertumbuhan Tanaman Rehabilitasi DAS Berdasarkan Sifat Jenis dan Topografi Lahan | |
| PENGARANG | : | PAIDIL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-09-06 |
ABSTRAK
PAIDIL. 2024. Analisis Pertumbuhan Tanaman Rehabilitasi DAS Berdasarkan Sifat Jenis dan Topografi Lahan. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Dibimbing oleh: Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc. dan Dr. Yusanto Nugroho, S.Hut., M.P.
Kata Kunci: Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai, Tutupan Lahan, Topografi
Kerusakan sumber daya hutan berakibat pada menurunnya kemampuan hutan dalam mendukung fungsi ekonomi, sosial dan ekologis. Indikasi kerusakan sumber daya hutan ini dapat dilihat dari menurunnya kualitas Daerah Aliran Sungai (DAS), menurunnya fungsi lahan, sehingga menimbulkan erosi, tanah longsor dan berpengaruh pada kesuburan tanah, tata air, dan lingkungan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan tanaman rehabilitasi DAS berdasarkan sifat jenis tanaman pada berbagai tingkat topografi dan menganalisis faktor edafis yang menyusun variasi pertumbuhan tanaman.Penelitian ini menggunakan Rancangan Percobaan faktorial dalam acak kelompok. Faktor pertama adalah ketinggian yang terdiri dari 0-50 m dpl, > 50 -100 m dpl, dan >100 – 150 m dpl. Faktor kedua adalah tipe penutupan lahan yang terdiri dari tertutup dan terbuka. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 18 kombinasi perlakuan (plot). Di setiap perlakun (plot) diamati 10 tanaman dari setiap jenis tanaman. Jumlah jenis tanaman adalah 6 jenis. Total tanaman yang diamati adalah 18 × 10 × 6 = 1.080 batang. Hasil dari penelitaian ini adalah (1) berdasarkan pengujian karakteristik 6 jenis tanaman yang diujikan, yaitu kemiri, karet, nangka, jengkol, jambu mete dan kayu putih secara umum yang terbaik pada kondisi ketinggian 0-50 m di atas permukaan lautdengan kondisi lahan terbuka. Keenam jenis tersebut termasuk jenis intoleran yang akan terhambat pada kondisi kekurangan cahaya. Untuk program Rehabiltasi DAS yang kondisi tanahnya cenderung terbuka jenis-jenis ini akan mampu tumbuh dengan baik jika tidak ditanam di bawah naungan dan (2) kondisi tanah pada ketinggian 0-50 m di atas permukaan laut memiliki solum tanah yang dalam dan sedikit gangguan mekanis berupa batuan dipermukaan. Namun ada beberapa jenis tanaman yang mampu toleran pada kondisi solum yang tipis, yaitu kemiri, karet, jambu mete dan kayu putih. Untuk jenis nangka dan jengkol hanya mampu memberikan respon pertumbuhan terbaik pada kondisi ketinggian 0-50 m dpl dengan intensitas cahaya penuh disamping faktor ketebalan solum dan gangguan mekanis.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI