DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM USAHATANI PADI DENGAN TEKNIK SRI (System Rice Intensification) (Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo) | |
| PENGARANG | : | NABELLA AISYA HELDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-09-09 |
Salah satu tanaman pangan yang sangat diperlukan di Indonesia adalah
padi, karena sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras. Tanaman
padi mulai masuk di Indonesia sekitar 1500 SM, tanaman padi ini diduga berasal
dari India atau Indocina yang dibawa oleh nenek moyang yang melakukan
migrasi. Padi termasuk dalam genus Oryza L yang meliputi kurang lebih 25
spesies yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis. Di Indonesia pada awalnya
padi diusahakan di lahan kering dengan sistem ladang, kemudian berkembang
teknis baru dengan cara mengairi ladang pada daerah yang curah hujannya
kurang. Hingga saat ini, tanaman padi lebih banyak diusahakan di lahan sawah
dengan sistem pengairan irigasi maupun tadah hujan. Salah satu teknik
pengolahan pertanian yang ada yaitu teknik System of Rice Intensification (SRI)
yang diperkenalkan oleh pemerintah melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
SRI merupakan suatu sistem yang didasarkan pada proses intensifikasi. SRI
mengandalkan optimalisasi untuk proses yang lebih murah, bahan yang lebih
sedikit, proses yang lebih aman, kebutuhan tenaga kerja yang sedikit, waktu
produksi dan pemasaran yang lebih singkat. Sistem SRI ini lebih menekankan
pada pengolahan yang ramah lingkungan yang menitik beratkan pada air. Akan
tetapi, tidak semua petani dapat memahami metode SRI secara baik dan benar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapatan
usahatani padi antara petani yang menggunakan teknik SRI dengan petani
menggunakan teknik non-SRI, serta menganalisis faktor - faktor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam menggunakan teknik SRI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani antara
petani padi yang menerapkan metode SRI dan non-SRI berbeda dengan selisih
yang cukup besar, yakni Rp 7.778.854 per ha per musim tanam. Rata-rata
pendapatan petani padi yang menerapkan metode SRI adalah Rp 18.550.026 per
ha per musim tanam. Jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan rata-
rata pendapatan petani padi non-SRI yaitu Rp 10.771.172 per ha per musim
tanam. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap petani dalam
menggunakan metode SRI adalah jumlah produksi (X5) dan pendapatan
usahatani (X7)
Kata kunci: usahatani, System of Rice Intensification (SRI), pendapatan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI