DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI TEKNIK PEMIJAHAN UNTUK OPTIMALISASI PERFORMA REPRODUKSI IKAN GABUS HARUAN (Channa striata) | |
| PENGARANG | : | SRI WARTINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-09-26 |
ABSTRAK
SRI WARTINI. 2024. Evaluasi Teknik Pemijahan untuk Optimalisasi Performa Reproduksi Ikan Gabus Haruan (Channa striata). Pembimbing: Dr. Ir. H. UNTUNG BIJAKSANA, M.P. dan Dr. Hj. INDIRA FITRILIYANI, S.Pi., M.Si.
Kata Kunci: Embriogenesis, Volume Kuning Telur, Bukaan Mulut, Gabus Haruan
Peningkatan produksi benih ikan gabus dengan pemberian hormon merupakan upaya mempercepat produksi, kurang berhasilnya sistem pemijahan ini disebabkan tingkat kematangan gonad dan faktor lingkungan untuk ikan memijah belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses embriogenesis, menganalisis status reproduksi (volume kuning telur dam penyerapan kuning telur, fekunditas, diameter telur, derajat pembuahan, derajat penetasan), menganalisis tahapan perkembangan larva setelah penetasan (bukaan mulut dan pertumbuhan panjang mutlak) dari tiga teknik pemijahan ikan gabus haruan. Dengan mengevaluasi dengan tiga teknik pemijahan agar diketahui performa reproduksi ikan gabus haruan (Channa striata) yang optimal. Metode yang digunakan adalah metode diskriftip komperatif mengambarkan kondisi pada saat pengamatan dalam bentuk kuantitatif data dianalisis dengan menggunakan program Microsoft Exel. Pengamatan pertama dimulai dengan menggunakan indukan 3 pasang yang dipijahkan secara alami (teknik pemijahan I). Pengamatan kedua dengan menggunakan 3 pasang indukan yang akan dipijahkan secara semi buatan menggunakan Ovaprim (teknik pemijahan II). Pengamatan ketiga lanjutan dari kegiatan dari perlakuan kedua (rematurasi) yang akan dipijahkan secara semi buatan menggunakan Oodev dan Ovaprim (teknik pemijahan III). Hasil pengamatan selama penelitian dari ketiga teknik pemijahan mengalami proses embriogenesis yang melewati tahapan secara berurutan fase Morula, Blastrula, Gastrula, Neorula/Organogenesis tidak terdapat perbedaan, tetapi terdapat perbedaan pada waktu lama penetasan, dimana waktu penetasan tercepat pada teknik pemijahan ke III yaitu dan durasi yang paling lama penetasan adalah teknik pemijahan I. Status reproduksi tiga teknik pemijahan mendapatkan data penyerapan volume kuning telur awal tertinggi teknik pemijahan III dan yang terendah pemijahan II. Persentase penyerapan volumekuningtelurtertinggi pada teknik pemijahan I dan terendah pemijahan II. Laju penyerapan kuning telur tercepat teknik pemijahanIIdan terlama teknik pemijahanI dan III. Data fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan tertinggi terdapat pada teknik pemijahan III dan terendah pada pemijahan II, namun ovulasi yang tercepat terdapat pada teknik pemijahan II. Tahapan perkembangan larva pada parameter persentase bukaan mulut terhadap panjang didapatkan data tertinggi nilai persentase pemijahan III dan terendah pada pemijahan I. Parameter pertumbuhan panjang mutlak didapatkan tertinggi pemijahan I dan terendah pada pemijahan II.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI