DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Efektifitas Amelioran Abu dan Jakaba Terhadap Produksi Padi Aromatik Mentik Susu di Tanah Gambut | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RAIHAN AULIA RAHMAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-01 |
Padi aromatik merupakan salah satu jenis padi yang memiliki aroma wangi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan kemasaman tanah di lahan gambut adalah dengan penambahan bahan pembenah tanah (amelioran). Jakaba adalah salah satu pupuk organik untuk menyuburkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi jakaba terhadap produksi tanaman padi aromatik mentik susu berdasarkan jenis amelioran abu dan mengetahui jenis amelioran abu terbaik dalam meningkatkan produksi padi aromatik mentik susu di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dari September - Desember 2023. Bertempat di Rumah Kaca Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial tersarang dengan perlakuan aplikasi POC jakaba tersarang pada perlakuan jenis amelioran abu (). perlakuan yang diaplikasikan yaitu: faktor pertama jenis amelioran (S), yakni: s0: tanpa amelioran, S1: abu sekam padi, S2: abu kayu gergaji, S3: abu tandan kosong kelapa sawit, faktor kedua aplikasi jakaba (J), yakni: J0: tanpa aplikasi jakaba, J1: aplikasi jakaba. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aplikasi POC jakaba ke tanaman padi aromatik mentik susu pada tanah gambut yang diaplikasi jenis amelioran abu yang berbeda dapat meningkatkan produksi terhadap berat gabah basah pertanaman dan, jumlah anakan produktif. Aplikasi amelioran abu serbuk gergaji dan abu tandan kosong kelapa sawit ke tanah gambut dapat meningkatkan berat gabah basah dengan presentase peningkatan masing-masing 63,67% dan 67,75%, berat gabah kering presentase peningkatan masing-masing 66,44% dan 69,69%, dan 7,87%, jumlah bulir padi per malai dengan presentase peningkatan masing-masing 16,45% dan 25,42%, jumlah anakan produktif dengan peningkatan masing-masing 47,73% dan 48,54%, produktivitas t ha-1 dengan persentase peningkatan masing-masing 65,,57% dan 69,71% dibandingkan tanpa amelioran.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI