DIGITAL LIBRARY



JUDUL:POLITIK MENURUT PERSEPSI TUAN GURU DALAM PERSPEKTIF KEWARGANEGARAAN POLITIK DI KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:MUHAMMAD ALWIE SALLIM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-01


ABSTRAK

 

Muhammad Alwie Sallim. 2024. Politik Menurut Persepsi Tuan Guru Dalam Perspektif Kewarganegaraan Politik Di Kabupaten Banjar. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan. Jurusan Ilmu Pendidikan Sosial FKIPUniversitas Lambung Mangkurat. PembimbingHeru Puji Winarso.

Kata kunci: Politik, Persepsi, Kewarganegaraan Politik, Ulama

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana persepsi  dan peran tuan guru terhadap politik kabupaten Banjardalam pelaksanaan kewarganegaraan politik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan ulama dikabupaten banjar terhadap politik dan untuk mengetahui bagaimana peran ulama dalam pelaksanaan kewarganegaraan politik.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024. Jumlah narasumber yaitu ada 3 dengan Pengumpulan data ini baik dilakukan dengan cara kegiatan pengamatan atau observasi, wawancara dengan narasumber, dan juga mendokumentasi secara langsung ke lapangan terhadap objek yang diteliti.

Ulama di Kabupaten Banjar secara umum memandang politik sebagai alat yang penting untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan bersama, serta menekankan bahwa prinsip-prinsip moral dan etika Islam harus menjadi landasan dalam kebijakan politik. Meskipun beberapa ulama memilih untuk tidak terlibat langsung dalam politik praktis, mereka tetap berperan aktif sebagai pembimbing moral, memberikan pencerahan, dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya partisipasi politik yang sehat dan bertanggung jawab.Dalam pelaksanaan kewarganegaraan politik, ulama bertindak sebagai penasihat moral yang membantu menjaga integritas dan keadilan dalam politik serta mendorong partisipasi politik yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan umat Islam.

Ulama di Kabupaten Banjar disarankan untuk terus memainkan peran mereka sebagai pengawas moral dan penasihat etika dengan aktif mendidik umat tentang pentingnya partisipasi politik yang bertanggung jawab. Mereka perlu meningkatkan upaya dalam menyebarkan kesadaran politik melalui ceramah, khutbah, dan diskusi publik, serta mendorong pemilihan pemimpin yang berintegritas dan adil.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI